@thesis{thesis, author={Damayanti Dalila Deandra}, title ={Kajian Perubahan Karakteristik Kawasan Kota Lama Semarang Pasca Revitalisasi}, year={2022}, url={http://eprints.upj.ac.id/id/eprint/3028/}, abstract={Resmi menyandang gelar sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional, Kawasan Kota Lama Semarang telah menyumbangkan setidaknya 20 dari 45 bangunan di Semarang yang tercatat sebagai bangunan cagar budaya yang telah ada sebelum masa penjajahan Belanda dan semakin berkembang di masa penjajahan. Untuk memelihara daerah tersebut, Kementerian PUPR dan Pemerintah Kota Semarang mengupayakan program revitalisasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sejak tahun 2016. Menurut Kevin Lynch, image suatu kota terbentuk karena ciri fisik yang meliputi path, edge, district, landmark, node. Untuk membantu pembentukan citra dan karakteristik kota, Gordon Cullen menyatakan bahwa sebuah kota harus memiliki pendekatan variasi bangunan secara bertahap untuk dapat menimbulkan kesan pada seseorang, hingga terbentuk pengetahuan. Beberapa permasalahan yang menjadi Perhatian Pemerintah Kota Semarang adalah antara lain banjir bandang yang kerap melanda dan padatnya lalu lintas di kawasan ini. Namun dalam prosesnya, banyak karakteristik fisik kota Semarang yang berubah. Dalam hasil penelitian, revitalisasi tahap awal ini meninggalkan permasalahan ketidakseragaman gaya arsitektur pada bangunan-bangunannya, ornamen pada furnitur ruang luar, warna fasad bangunan, dan keragaman bentuk bangunan yang terlalu kontras. Dalam tahapan awal revitalisasi, tentunya evaluasi lagi untuk memasuki tahap berikutnya.} }