@thesis{thesis, author={Putri Alfiya Miranda}, title ={Strategi Komunikasi Lingkungan pada Kampanye #Generasilestari Melalui Instagram @generasilestari}, year={2023}, url={http://eprints.upj.ac.id/id/eprint/6662/}, abstract={Isu lingkungan merupakan isu multidimensi yang melibatkan berbagai kelompok dan banyak pihak yang harus terlibat dalam perubahan ini. Dari permasalahan tersebut, perlu komunikasi yang efektif supaya pesan dalam kampanye akan sadar lingkungan dapat tersampaikan ke khalayak umum. Seperti Kampanye melalui Instagram @generasilestari yang dilakukan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang menginisiasikan #GenerasiLestari. Merupakan sebuah unit khusus untuk pelibatan generasi muda sebagai gerakan dan wadah generasi muda untuk menyalurkan ide, aspirasi, dan berperan aktif dalam melestarikan lingkungan dan menyejahterakan masyarakat melalui gotong royong dengan berbagai pihak. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi lingkungan dalam penyampaian kampanye Aku, Kamu, Kita #GenerasiLestari pada media sosial instagram @generasilestari. Dalam mendapatkan informasi dan sumber data yang dibutuhkan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif wawancara dengan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian menemukan bahwa Unit Generasi Lestari menjalankan kampanye dengan menerapkan strategi komunikasi yaitu stage 1 tahap penilaian yang merupakan tahap analisis situasi mengenai kebutuhan audiens dan analisis pihak yang turut andil dalam proses kampanye lingkungan tersebut meliputi komunitas, mitra yang expert dalam edukasi dan dinas terkait. Pada stage 2 tahap perencanaan, berlandaskan pada visi dan misi dari LTKL. Kemudian, stage 3 tahap produksi pengemasan dan visualisasi disesuaikan dengan target, objektif kampanye lingkungan. Yang terakhir stage 4 tahap aksi dan refleksi, dengan menciptakan komunikasi yang interaktif yang mencapai objektif serta melakukan evaluasi dari hambatan-hambatan yang ada dan menekankan pada aspek kampanye berkelanjutan dalam melakukan edukasi untuk perubahan.} }