@thesis{thesis, author={Ulyatusholikhah Ulyatusholikhah}, title ={PERBEDAAN MENGUNYAH PERMEN KARET DAN INHALASI AROMATERAPI LEMON TERHADAP KECEMASAN PASIEN INTRA HEMODIALISA DI RS PERMATA MEDIKA SEMARANG}, year={2023}, url={http://eprints.uwhs.ac.id/2163/}, abstract={Latar Belakang: Ginjal berfungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh manusia, CKD (Chronic Kidney Disease) adalah Penyakit Ginjal Kronis dimana ginjal mengalami kerusakan yang berlangsung lama. Terapi hemodialisa adalah terapi mencuci darah menggantikan fungsi kerja ginjal. Mengunyah permen karet dan inhalasi aromaterapi lemon dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien intra hemodialisa. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan Quasi Experiment dengan Two group pre- posttest design, dengan Teknik purposive sampling sebanyak 32 sampel. Menggunakan uji Wilcoxon Signed dan Mann Whitney Test. Hasil: Berdasarkan karakteristik pasien intra hemodialisa berusia 45-59 tahun sebanyak 19 (59,4%), berjenis kelamin perempuan 23 (71,9%) pasien, dan tingkat pendidikan SD sebanyak 11 (34,4%) pasien. uji Wilcoxon nilai P value pada kedua intervensi yaitu 0,001 <0,05, uji Mann Whitney nilai P value 0,494 >0,05, Ho diterima. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan mengunyah permen karet dan inhalasi aromaterapi lemon terhadap kecemasan pasien intra hemodialisa di Rumah Sakit Permata Medika Semarang.} }