@thesis{thesis, author={Jaenal Arifin}, title ={Dampak Sosial Kebijakan Perencanaan Penutupan Lokalisasi Moroseneng Di Kec.Benowo Surabaya}, year={2014}, url={http://eprints.uwp.ac.id/id/eprint/4677/}, abstract={Masalah sosial memang banyak sekali, termasuk yang dapat dikategorikan sebagai penyakit masyarakat atau biasa disebut sebagai pathologi sosial, diantaranya masalah prostitusi (pelacuran). Pelacuran merupakan masalah sosial tertua yang dikenal masyarakat, dan erat sekali kaitannya dengan masalah kemiskinan. Pelacuran dipandang sebagai gejala pathologis karena melanggar norma agama, sosial dan hukum serta merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat yang harus dihentikan penyebarannya tanpa mengindahkan usaha pencegahan dan perbaikannya Seperti halnya warga lokalisasi Sememi Jaya (Moroseneng) menolak rencana kebijakan Pemkot Surabaya yang akan menutup 'mata pencaharian' mereka sebagaimana isi dari surat edaran gubernur jawa timur No.460/12640/031/2012. Karena mereka menganggap kebijakan pemerintah kota Surabaya hanya akan menambah masalah ? masalah baru di dalam lingkungan masyarakat tanpa melihat dampak ? dampak social yang akan dihadapi seperti halnya nasib ibu ? ibu buruh cuci,pedagang kaki lima,pengamen,tukang parkir,pemilik wisma serta nasib para wanita pekerja seks itu sendiri apabila kebijakan tersebut hanya berfokus terhadap penutupannya saja tanpa adanya solusi yang terbaik agar masalah ? masalah tersebut tidak muncul lagi pada masa yang akan datang. Kata Kunci : Dampak Sosial Kebijakan dan Perencanaan Penutupan Lokalisasi} }