@thesis{thesis, author={Aisyi Yumni Rahadatul and Halleyantoro Ryan and Istiadi Hermawan and Muniroh Muflihatul}, title ={PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK REBUNG BAMBU APUS (Gigantochloa apus) DALAM SEDIAAN SPRAY GEL TERHADAP JUMLAH KOLAGEN DAN KAPILER PADA KULIT TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) DENGAN INFEKSI MYIASIS}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/24685/}, abstract={Latar Belakang: Myiasis merupakan infeksi yang biasa menyerang hewan-hewan mamalia maupun manusia yang disebabkan oleh investasi larva lalat Chrisomya bezziana. Larva yang terinvestasi di dalam jaringan tubuh dapat menyebabkan berbagai jenis manifestasi klinis lain yang berkaitan dengan lokasi investasi larva. Pada kondisi saat ini, myiasis masih memiliki keterbatasan dalam penanganannya. Sebagian besar bahan yang digunakan untuk penanganan myiasis saat ini masih bersifat kimiawi dan cukup berpotensi menghasilkan residu yang mengendap di area manifestasi luka selama proses pengobatan. Beberapa studi menyebutkan, bahwa kandungan dari bahan-bahan organik aktif seperti flavonoid, alkaloid, HCN, dan tannins terbukti dalam penelitian sebagai bahan yang ampuh untuk membunuh larva Chrisomya bezziana dengan mematikan kerja sistem saraf pusatnya yang memicu mortalitas secara cepat. Kandungan ini ditemukan dalam ekstrak rebung bambu apus. Pengaruh pemberian ekstrak rebung bambu apus di permukaan kulit dari luka myiasis pada tikus wistar dilihat melalui gambaran histopatologi dari luka dan dilihat pengaruhnya untuk gambaran kolagen serta kapiler di dalam kulit. Tujuan: Mengetahui korelasi antara pemberian ekstrak rebung bambu apus terhadap jumlah kolagen dan kapiler pada kulit tikus wistar dengan infeksi myiasis. Metode penelitian: Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental melibatkan ekstraksi rebung bambu apus dan menggunakan teknik maserasi kinetik untuk menghasilkan ekstrak rebung bambu apus dan membuat menjadi beberapa formulasi dengan kandungan yang berbeda di empat perlakuan. Keempatnya diberikan di permukaan kulit tikus wistar dan diamati perubahannya dalam 7 hari} }