@thesis{thesis, author={Aulianovanda Althafa Nisrina}, title ={PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN (PERCEIVED EASE OF USE) DAN TINGKAT KEPERCAYAAN TERHADAP PARTISIPASI BERDONASI GEN-Z MENGGUNAKAN PLATFORM CROWDFUNDING DIGITAL TANPA UANG}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/25766/}, abstract={Generasi Z atau yang sering disebut juga sebagai iGeneration bertumbuh dengan internet dan menjadikan generasi tersebut juga ikut menjadi cashless society yang mana sering menggunakan sistem non tunai dalam berbagai hal termasuk juga dalam melakukan transaksi melalui platform crowdfunding digital. Namun, ternyata partisipasi berdonasi Generasi Z masih cenderung minim dibandingkan generasi yang lain, yang mana salah satunya diakibatkan oleh permasalahan keuangan dan adanya masalah kepercayaan terhadap penggunaan alokasi donasi tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi kemudahan (perceived ease of use) dan tingkat kepercayaan berpengaruh terhadap partisipasi berdonasi Gen-Z melalui platform crowdfunding digital tanpa uang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksplanatori dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Teknik sampling yang digunakan adalah pendekatan metode non-probability sampling, yaitu purposive sampling dengan 95 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh positif antara persepsi kemudahan (perceived ease of use) dan tingkat kepercayaan terhadap partisipasi berdonasi Gen-Z menggunakan platform crowdfunding digital tanpa uang dengan nilai signifikansi yang sangat signifikan. Hasil dan teori yang digunakan menunjukkan bahwa pengaruh dari variabel persepsi kemudahan (perceived ease of use) terhadap partisipasi berdonasi dengan menggunakan teori Technology Acceptance Model dan participatory Culture menunjukkan pengaruh yang moderat sehingga teori yang digunakan cukup valid. Sedangkan pengaruh dari variabel tingkat kepercayaan terhadap partisipasi berdonasi dengan menggunakan teori Fully Functional Society dan Participatory Culture berpengaruh lemah atau teori dianggap tidak valid untuk menjelaskan pengaruhnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis H1 dan H2 diterima dan sejalan dengan teori Technology Acceptance Model oleh Fred Davis dan Participatory Culture oleh Henry Jenkins, tetapi tidak sejalan dengan teori Fully Functional Society oleh Robert Heath. Kata Kunci : Crowdfunding Digital, Persepsi Kemudahan, Tingkat Kepercayaan, Partisipasi Berdonasi} }