@thesis{thesis, author={Ardini Sabrina Aulia}, title ={PERAMALAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GULA RAFINASI DI PT DUTA SUGAR INTERNASIONAL WILMAR GROUP KABUPATEN SERANG BANTEN}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/25820/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis jumlah persediaan raw sugar yang optimal oleh perusahaan dengan membandingkan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode aktual perusahaan selama 5 tahun (ii) menganalisis Safety Stock, Reorder Point, dan Total Inventory Cost yang efisien (iii) melakukan peramalan persediaan raw sugar dengan metode Exponential Smoothing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023?Februari 2024 di PT Duta Sugar International, Jalan Raya Bojonegara Salira, Argawana, Pulo Ampel, Serang, Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Data primer yang dibutuhkan yaitu biaya penyimpanan raw sugar, biaya pemakaian, data persediaan, biaya simpan, dan lead time. Data sekunder diperoleh dari pecatatan data histori persediaan raw sugar selama 5 tahun terakhir (2019-2023) serta berbagai pustaka tentang persediaan bahan baku. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis persediaan, dan analisis peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan keputusan pembelian raw sugar yang lebih efisien, dengan total biaya persediaan lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebelumnya, menghasilkan penghematan sebesar Rp81.458.856.393,72. Safety stock raw sugar ditetapkan 8.643 ton, reorder point 24.154 ton, dan maximum inventory 246.659 ton. Peramalan permintaan gula rafinasi dengan Exponential Smoothing meramalkan permintaan pada Januari 2024 sebesar 14.819 ton dengan kesalahan peramalan terkecil pada alfa (?) 0,9 dengan nilai MAD yaitu 555, nilai MSE sebesar 587.196, dan nilai MAPE sebesar 4,308. Kata Kunci: economic order quantity, safety stock, maximum inventory, reorder point, Exponential Smoothing} }