@thesis{thesis, author={Budiraharjo Kustopo and Handayani Migie and Willion Racel Joy Mikesi}, title ={ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET DI NAGARI TEBING TINGGI KECAMATAN PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/26047/}, abstract={ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET DI NAGARI TEBING TINGGI KECAMATAN PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA (Income Analysis Rubber Farmer in Tebing Tinggi Village, Pulau Punjung District, Dharmasraya Regency) OLEH: Racel Joy Mikesi Wiliion ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani karet di Nagari Tebing Tinggi dan menganalisis hubungan antara variabel luas lahan, jumlah produksi, harga jual, jumlah pohon, dan tenaga kerja dengan pendapatan petani karet di Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pualu Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini dilakukan Maret-April 2023 di Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan kuesioner. Metode penentuan sampel menggunakan simple random sampling dengan responden sebanyak 114 petani karet. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis pendapatan dan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan sebesar 1,19 ha, rata-rata jumlah produksi sebesar 3.432,63 kg/ha, rata-rata harga jual sebesar Rp7.191,23, rata-rata jumlah pohon sebesar 583,07 batang, dan rata-rata tenaga kerja yaitu 1 ? 2 orang/hari. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp664.721,57,-/th, rata-rata penerimaan sebesar Rp24.511.528,42,-/th, dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani karet di Nagari Tebing Tinggi sebesar Rp23.846.806,86,-/th dengan profitabilitas sebesar 35,87%, artinya usahatani yang dijalankan menghasilkan keuntungan. Faktor luas lahan, jumlah produksi, dan jumlah pohon memiliki hubungan sangat signifikan terhadap pendapatan dengan tingkat korelasi yang kuat. Faktor tenaga kerja memiliki hubungan sangat signifikan terhadap pendapatan namun tingkat korelasi dengan pendapatan lemah. Faktor harga jual juga berhubungan secara signifikan dengan tingkat korelasi sangat lemah dengan pendapatan. Kata kunci: Karet, korelasi, pendapatan} }