@thesis{thesis, author={PURWANINGRUM MAHARDIKA}, title ={PENGARUH KEBIJAKAN GREEN DEAL CARBON BORDER ADJUSTMENT MEASURES (CBAM) TERHADAP STANDAR TRADE & SUSTAINABILITY PADA KOMITMEN IEU-CEPA}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27322/}, abstract={Hubungan Indonesia dengan Uni Eropa sudah terjalin sejak tahun 1967 melalui diplomasi regional antara Uni Eropa dan ASEAN. Seiring dengan berkembangnya waktu, Indonesia memperkuat jalinan kerjasamanya dengan Uni Eropa melalui beberapa aspek seperti pada perekonomian, lingkungan hidup dan perubahan iklim, keamanan, politik, sosial budaya, dan lain sebagainya. Kerjasama tersebut berupa perjanjian yang dikenal dengan Indonesia ? European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sejak 18 Juli 2016 lalu. Kepentingan Indonesia terhadap stabilitas perekonomian yang berkelanjutan menjadi langkah strategis awal dalam realisasi di masa depan. Komitmen di dalam IEU-CEPA memuat perundingan yang salah satunya membahas tentang Standar/ Setting Goals Perdagangan dan Pembangunan Berkelanjutan. Sementara itu, Uni Eropa kini tengah membentuk serangkaian kebijakan menuju efisiensi energi 2030 hingga kawasan netral iklim 2050. Upaya Uni Eropa untuk mengurangi emisi adalah melalui Rezim Kesepakatan Hijau Eropa atau dikenal dengan European Green Deal. Dalam implementasinya, Uni Eropa membentuk proposal ?Fit for 55? yang di dalamnya memuat salah satu kebijakan untuk mencegah kebocoran karbon, yaitu Carbon Border Adjustment Measures (CBAM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan Green Deal CBAM terhadap standar trade & sustainability pada komitmen IEU-CEPA. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif. Teori yang digunakan adalah teori hijau sebagai pisau analisis. Hasil temuan dari penelitian ini adalah Kebijakan CBAM mempengaruhi terhadap relevansi tujuan antara Indonesia dan Uni Eropa untuk mengurangi emisi karbon dengan kerjasamanya di bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, yaitu pada penerapan Working Group on Environment and Climate Change (WGECC) dan Blue Carbon Ecosystem (BCE). Kemudian Kebijakan CBAM juga mempengaruhi terhadap implementasi dan keberlanjutan Indonesia dalam upaya mitigasi iklim. Pemerintah Indonesia merespons kebijakan Uni Eropa tersebut dengan melakukan upaya dekarbonisasi industri secara nasional melalui kementerian yang terlibat seperti pada KLHK, ESDM, dan Perindustrian untuk menuju sistem perindustrian teknologi rendah karbon dengan mulai menetapkan Standar Industri Hijau (SIH) dan pelabelan lingkungan. Pemerintah Indonesia juga melibatkan pemangku kepentingan seperti Institute for Essential Services Reform (IESR) untuk melibatkan proses kebijakan baru terhadap langkah dekarbonisasi dan efisiensi emisi. Kata ? kata kunci: Kebijakan CBAM, Perdagangan, Keberlanjutan, IEU-CEPA, Dekarbonisasi, Teori Hijau 87. Hubungan Internasional 2024} }