@thesis{thesis, author={Nawangsih christina hari and Priambodo Agus and Sukmaningtyas Hermina and Zebeyanna Abigail}, title ={Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan derajat Spondylolisthesis pada Usia Dewasa : Studi Menggunakan Modalitas MRI}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28088/}, abstract={Latar Belakang : Spondylolisthesis adalah kondisi pergeseran tulang belakang yang sering menyebabkan nyeri punggung bawah, terutama setelah berolahraga, akibat tekanan pada nervus spinalis dan medulla spinalis. Faktor risiko meliputi usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik, namun penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada lansia padahal terdapat etiologi selain proses degeneratif yang dapat menyebabkan spondylolisthesis khususnya pada usia dewasa. Beberapa faktor meliputi, jenis kelamin, ketebalan ligamentum flavum, LLA (lumbar lordosis angle), facet joint effusion dan DHI (disc height index) diduga merupakan faktor risiko Spondylolisthesis pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan faktor-faktor tersebut yang signifikan berhubungan dengan Spondylolisthesis pada usia dewasa pada kelompok usia dewasa (19-59 tahun). Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 sampel yang dipilih dengan metode purposive sampling serta diambil dari rekam medis pasien tahun 2021-2024. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney sebagai uji alternatif dari uji Chi Square karena persebaran data yang tidak memenuhi syarat uji Chi Square. Hasil : Penyempitan DHI berhubungan signifikan dengan derajat spondylolisthesis pada usia dewasa (p = 0,009). Sedangkan, jenis kelamin, ketebalan ligamentum flavum, LLA, dan, facet joint effusion tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat spondylolisthesis usia dewasa. Kesimpulan : Penyempitan DHI berhubungan signifikan dengan derajat spondylolisthesis pada usia dewasa. Kata Kunci : spondylolisthesis, faktor risiko, dewasa} }