@thesis{thesis, author={PANGARSA EKO ADHI and Prasetya Eka Yudha and Rizky Daniel}, title ={HUBUNGAN TAMPILAN KLINIS, EKSPRESI HIF-1ALFA DAN SKOR NCCN-IPI TERHADAP SUB TIPE GCB DAN NON-GCB PADA PASIEN DIFFUSE LARGE B‑CELL LYMPHOMA YANG BARU TERDIAGNOSIS}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28186/}, abstract={ABSTRAK HUBUNGAN TAMPILAN KLINIS, EKSPRESI HIF-1 ALFA DAN SKOR NCCN-IPI TERHADAP SUB TIPE GCB DAN NON-GCB PADA PASIEN DIFFUSE LARGE B?CELL LYMPHOMA YANG BARU TERDIAGNOSIS (Studi Kasus di Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang) Eka Yudha Prasetya*, Eko Adhi Pangarsa**, Daniel Rizky** *PPDS 1 Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro / RSUP Dr. Kariadi Semarang **Divisi Hematologi Onkologi Medik, Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro / RSUP Dr. Kariadi Semarang Latar Belakang: Diffuse Large B-cell Lymphoma (DLBCL) mencakup sekitar 38-50% dari total kasus limfoma setiap tahunnya. DLBCL berdasarkan pola ekspresi gen dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu Germinal Center B-Cell Like (GCB) dan non-GCB. Pengelompokan ini berkaitan dengan prognosis dan respons terhadap terapi. Hypoxia-inducible factor 1-alpha (HIF-1 Alfa) mengalami peningkatan produksi ketika sel tumor mengalami hipoksia dimana kondisi ini berkaitan dengan resistensi kemoterapi dan tingkat pertumbuhan tumor. The National Comprehensive Cancer Network-International Prognostic Index (NCCN-IPI) adalah skoring yang telah menjadi dasar untuk menentukan prognosis pada pasien dengan limfoma non-Hodgkin agresif (NHL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tampilan klinis, ekspresi HIF-1 Alfa dan skor NCCN-IPI terhadap sub tipe GCB dan NON-GCB pada pasien Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) yang baru terdiagnosis. Metode: Penelitian cross sectional melibatkan 40 pasien DLBCL yang terbagi mejadi 27 pasien subtipe non-GCB (apabila ekspresi ekspresi CD10 (-) / BCL6 (-) dan MUM1(+)) dan 13 pasien subtipe GCB (apabila ekspresi CD10 (+) / BCL6 (+) dan MUM1(-)). Penelitian dilakukan selama 10 bulan di RSUP dr. Kariadi Semarang. Evaluasi dilakukan terhadap tampilan klinis (jumlah komorbid), ekspresi HIF-1 Alfa dan skor NCCN-IPI. Analisis dilakukan menggunakan uji Independent T-test, Mann Whitney U, Chi-Square, Fisher exact dan korelasi Spearman. Hasil signifikan apabila p<0.05 Hasil: Evaluasi tidak mendapatkan adanya hubungan signifikan antara komorbid (p=0.243 untuk non-GCB; p=0.570 untuk GCB)) dan ekspresi HIF-1 Alfa (p=0.460) dengan subtipe DLBCL. Analisis mendapatkan adanya hubungan signifikan antara skor NCCN-IPI dengan subtipe DLBCL (p=0.026) dimana kelompok DLBCL non-GCB didominansi oleh skor NCCN IPI yang lebih tinggi. Simpulan: Pasien DLBCL non-GCB umumnya memiliki skor NCCN-IPI yang lebih tinggi dimana kondisi ini berkaitan dengan prognosis yang lebih buruk. Kata kunci: Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL), Germinal Center B-Cell Like (GCB), non-GCB, National Comprehensive Cancer Network-International Prognostic Indeks} }