@thesis{thesis, author={Hermettiar Naya Titha and Mailasari Anna and Santosa Yanuar Iman and Yusmawan Willy}, title ={Pengaruh Bunga Telang (Clitorea Ternatea) terhadap Penurunan Kadar Eosinofil}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28229/}, abstract={Latar belakang : Rinitis alergi merupakan kondisi inflamasi mukosa hidung akibat respons berlebihan terhadap paparan alergen, ditandai dengan gejala seperti sumbatan hidung, bersin, rinore, postnasal drip, dan gatal. Peningkatan kadar eosinofil sering ditemukan pada penderita rinitis alergi, yang berperan dalam diagnosis dan pemantauan penyakit. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung flavonoid, senyawa dengan sifat antioksidan dan anti-alergi yang dapat membantu menghambat pelepasan histamin, serta mendukung sistem kekebalan tubuh, menjadikannya potensial sebagai terapi alami untuk rinitis alergi. Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai terapi rinitis alergi terhadap penurunan kadar eosinofil terhadap tikus yang telah diinduksi ovalbumin. Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only group design. Sampel penelitian ini mencakup tikus jantan galur Sprague Dawley berjumlah 24. Data di dapatkan melalui pemeriksaan darah rutin. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Lavene. Setelah itu, dilanjutkan dengan One Way Annova dan uji Post-Hoc LSD guna mengetahui perbedaan antar kelompok. Jika tidak terdistribusi normal dan homogen akan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil : Hasil analisis penelitian menunjukan adanya pengaruh bunga telang terhadap penurunan kadar eosinofil dengan parameter darah rutin. Dihasilkan pula perbedaan yang bermakna pada kelompok ovalbumin dengan kelompok cetirizine (p<0,019 (dalam %), p < 0,012 (dalam absolut)) dan kelompok ovalbumin dengan kelompok bunga telang (p < 0,017 (dalam %), p < 0,010 (dalam absolut)). Namun, tidak dihasilkan perbedaan bermakna antara kelompok cetirizine dan kelompok bunga telang p < 0,155 (dalam %) dan p < 0,919 (dalam absolut)) pada tikus Sprague Dawley model rinitis alergi. Kata Kunci : Rinitis alergi, bunga telang, eosinofil} }