@thesis{thesis, author={Cahyadi Cahyadi and Windarta Jaka and ZULRAMADHANIE Zulramadhanie}, title ={ANALISIS STRATEGI NET ZERO ENERGY BUILDING DENGAN DESAIN AKTIF UNTUK SISTEM PENCAHAYAAN, PENGONDISI UDARA SERTA PENGGUNAAN PHOTOVOLTAIC DI GEDUNG PERKANTORAN}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28295/}, abstract={Meningkatnya konsumsi energi dan emisi disektor bangunan, sehingga berdampak pada perubahan iklim dan pemanasan global. Strategi dari masalah tersebut yaitu net zero energy building (NZEB) dengan parameter pentingnya yaitu efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. Pemerintah Indonesia mengeluarkan PERMEN ESDM No.2 Tahun 2024. Dalam studi ini, peraturan tersebut difokuskan pada peraturan ekspor energi listrik ke jaringan (PLN), dimana pada PERMEN ESDM No. 26 Tahun 2021 ekspor energi dengan nilai jual kembali sebesar 65% dari tarif dasar listrik (TDL), sebaliknya pada peraturan terbaru ekspor energi listrik tidak diperhitungkan atau 0 Rupiah. Studi dilakukan di Gedung 620 dan 621 PRKKE-BRIN, untuk sistem pencahayaan didominasi lampu tabung (TL) jenis fluoresen sehingga kurang efisien, sedangkan untuk pengondisi udara (AC) menggunakan tipe split dengan kapasitas 1-2 PK, dimana berdasarkan pengamatan awal beberapa unit AC tidak berfungsi dengan baik. Rata-rata radiasi matahari harian di lokasi ini sebesar 4,76 (kWh/m²/hari). Oleh karena itu, diperlukan kajian sebagai pilot project konsep NZEB dengan menganalisis strategi desain aktif untuk sistem pencahayaan dan pengondisi udara mengunakan pendekatan potensi penghematan energi dengan metode pengukuran dan verifikasi disalah satu ruangan yang akan diganti dengan peralatan yang lebih efisien yang melibatkan pengujian lampu dan AC yang dianalisis untuk memenuhi kriteria NZEB serta tekno-ekonomi mengunakan software RETScreen. Strategi penggunaan energi terbarukan mengunakan sistem photovoltaic (PV) dengan menganalisis area efektif diarea gedung menggunakan software Helioscope untuk mengetahui kapasitas maksimal serta analisis bayangan. Software Homer mensimulasikan dua sistem PV yaitu sistem on-grid dengan kapasitas PV 132 kWp dan sistem hybrid dengan kapasitas PV140,8 kWp mengunakan baterai OPzV dengan kapasitas 282 kWh serta tekno-ekonomi menggunakan sensitifitas penjualan kembali peraturan saat ini sebesar 0% dan sebelumnya sebesar 65 % ditambahkan sensitifitas 15,25,35,45,55 %. Hasil analisis potensi penghematan energi pertahun dari penggantian lampu TL adalah sebesar 14.139 kWh dengan pengembalian biaya modal selama 1,9 tahun, didapatkan peningkatan efisiensi dari 41 lm/W menjadi 112 lm/W, sehingga memenuhi kriteria NZEB pada sistem pencahayaan yaitu = 80 lm/W. Potensi penghematan energi pertahun dari penggantian AC sebesar 27.900 kWh dengan pengembalian biaya modal 3,7 tahun, didapatkan peningkatan efisiensi dari 2,5 menjadi 5,3 Wh/Wh sehingga memenuhi kriteria NZEB pada sistem AC yaitu COP minimum 4,2 Wh/Wh. Kedua penggantian tersebut layak dan memenuhi kriteria NZEB dari desain aktif, selain itu strategi NZEB mengunakan PV didapatkan kedua sistem PV menjadikan gedung mencapai NZEB dengan energi positif pada analisis keseimbangan energi bersih sehingga memenuhi kriteria dari NZEB =0. hasil analisis tekno-ekonomi sistem PV sistem on-grid dengan sensitifitas penjualan Kembali sebesar 45%-65% yang layak dan memenuhi kriteria tekno-ekonomi dengan skema pinjaman, sehingga untuk menerapkan NZEB di Gedung PRKKE-BRIN dengan PERMEN ESDM No.2 tahun 2024, layak diterapkan dengan skema tanpa pinjaman. Kata Kunci: Pengkondisian Udara, Pencahayaan, Faktor Kinerja Pendinginan Musiman, Efikasi, Sistem Hybrid, Sistem On-grid The increasing energy consumption and emissions in the building sector result in climate change and global warming. The strategy of the problem is net zero energy building (NZEB) with the important parameters of energy efficiency and the use of renewable energy. The Indonesian government issued MEMR regulation No.2 of 2024. In this study, the regulation is focused on the regulation of exporting electric energy to the grid (PLN), where in MEMR regulation No. 26 of 2021, energy exports with a sell-back value of 65% of the basic electricity tariff (TDL), whereas in the latest regulation the export of electric energy is not calculated or 0 Rupiah. The study was conducted in Building 620-621 PRKKE-BRIN, for the lighting system is dominated by fluorescent tube lights (TL), so it is less efficient, while air conditioning (AC) using a split type with a capacity of 1-2 PK, where based on initial observations several AC units are not functioning properly. The average daily solar radiation at this location is 4.76 (kWh/m²/day). Therefore, a study is needed as a pilot project of the NZEB concept by analyzing active design strategies for lighting and air conditioning systems using an energy-saving potential approach with measurement and verification methods in one room that will be replaced with more efficient equipment involving testing of lamps and air conditioners analyzed to meet NZEB criteria and techno-economics using RETScreen software. Renewable energy strategies using photovoltaic (PV) systems by analyzing the effective area in the building area using Helioscope software to determine the maximum capacity and shadow analysis. Homer software sim} }