@thesis{thesis, author={Farhanah Nur and Fuadi Ahmad Fathi and Putra Agusti Muhammad Riefky}, title ={BERBAGAI FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP LAMA RAWAT INAP PASIEN INFEKSI INTRA-ABDOMEN (STUDI KASUS DI RS DOKTER KARIADI SEMARANG)}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28303/}, abstract={Pendahuluan: Infeksi intra-abdomen (IAI) merupakan keadaan darurat bedah. Lama rawat inap sering dianggap sebagai alat ukur yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan penyakit. Beberapa faktor diduga mempengaruhi lama rawat inap pasien bedah antara lain karakteristik pasien, kondisi klinis, biomarker laboratorium, komorbiditas dan karakteristik bakteriologis. Tujuan: Menganalisis Berbagai Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Lama Rawat Inap Pasien Infeksi Intra-Abdomen (Studi Kasus di RS Dokter Kariadi Semarang). Metode: Penelitian retrospektif melibatkan pasien infeksi intra-abdomen yang menjalani operasi pembedahan. Evaluasi dilakukan terhadap variabel karakteristik pasien, kondisi klinis, biomarker laboratorium, komorbiditas dan karakteristik bakteriologis. Variabel terikat penelitian adalah lama rawat inap. Analisis dilakukan menggunakan Independent T Test, Mann Whitney, Chi-square dan Fisher exact. Penentuan cut off dilakukan menggunakan kurva ROC. Hasil signifikan apabila p<0.05 Hasil: Penyakit kardiovaskuler (p=0.032; RR 3.28; CI95% 2.41-4.47), stroke (p=0.032; RR 3.28; CI95% 2.41-4.47), ketidaksesuaian pemilihan antibiotik empirik dengan hasil tes sensitivitas antibiotik (p=0.003; RR 2.39; CI95% 1.29-4.42), Healthcare associated infection (p=0.001; RR 2.54; CI95% 1.50-4.29) dan perawatan ICU (p<0.001; RR 3.11; CI95% 1.70-5.71), menjadi faktor risiko lama rawat inap pasien infeksi intra-abdomen di RSUP dr Kariadi Semarang. Simpulan: Penyakit kardiovaskular, Stroke, healthcare associated infection, dan perawatan ICU menjadi faktor risiko yang berpengaruh terhadap lama rawat inap pasien infeksi intra-abdomen di RSUP dr Kariadi Semarang. Kata kunci: infeksi intra-abdomen, lama rawat inap, faktor risiko} }