@thesis{thesis, author={Aathifa Fawnia Adelia and Santosa Yanuar Iman and Yunika Kanti and Yusmawan Willy}, title ={Hubungan Tingkat Stres dan Rinitis Alergi dengan Keparahan Rinosinusitis Kronik pada Dewasa Muda}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28417/}, abstract={Latar Belakang: Rinosinusitis kronik merupakan kondisi inflamasi pada cavitas nasal dan sinus paranasal yang beretiologi multifaktorial, salah satunya yaitu alergi. Rinosinusitis kronik juga merupakan salah satu kondisi medis yang umum terjadi dan dapat menyerang semua jenjang umur, terutama dewasa muda. Menginjak usia dewasa muda akan dihadapi dengan kegiatan sehari-hari yang penuh dengan tekanan, yang dapat memengaruhi kesehatan diri mereka. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres dan rinitis alergi terhadap keparahan rinosinusitis kronik pada dewasa muda. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dalam satu waktu dengan sampel mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro angkatan 2021, 2022, dan 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh dilakukan analisis dengan uji Chi-Square, uji Spearman, dan uji regresi linear berganda. Hasil: Didapatkan mayoritas responden memiliki keparahan rinosinusitis kronik pada tingkat sedang (50.6%). Pada uji korelasi Spearman ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan keparahan rinosinusitis kronik (p<0.001). Pada uji Chi-Square tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara rinitis alergi dengan keparahan rinosinusitis kronik (p = 0.206). Untuk tingkat stres dan rinitis alergi memiliki hubungan dengan keparahan rinosinusitis kronik (p<0.001) pada uji regresi logistik. Kesimpulan: Tingkat stres dan rinitis alergi bersama-sama memiliki hubungan dengan keparahan rinosinusitis kronik pada dewasa muda.} }