@thesis{thesis, author={ZINTA ANNISA ZAHRA}, title ={KOLABORASI ANTAR STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMATIK (STUDI PENELITIAN KAMPUNG KULINER PUJASERA ENERGI DI KELURAHAN TAMBAKHARJO KOTA SEMARANG)}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28418/}, abstract={Pembentukan Kuliner Pujasera Energi di Kelurahan Tambakharjo bertujuan mengatasi kemiskinan akibat alih fungsi lahan tambak menjadi permukiman yang menyebabkan pengangguran di kalangan mantan petani tambak. Namun, sejak peresmian pada 2021 hingga 2022, kampung tematik ini menghadapi masalah sepi pengunjung dan aksesibilitas yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses kolaborasi antar stakeholders dalam pengembangan Kampung Kuliner Pujasera Energi serta faktor pendorong dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Narasumber meliputi pihak Kelurahan Tambakharjo, Bappeda Kota Semarang, PT Pertamina AFT Ahmad Yani, PT Undip Maju, dan pelapak usaha. Analisis dilakukan berdasarkan teori collaborative governance Ansell dan Gash dengan empat indikator: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan, dan proses kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Kondisi awal cukup baik karena terdapat kolaborasi masa lampau yang sudah terjadi, yaitu berupa kolaborasi dalam bentuk dapur pertaharjo, tetapi terdapat sub indikator yang belum optimal berupa ketidakseimbangan sumber daya yaitu kurangnya pengetahuan UMKM. 2) Desain kelembagaan sudah baik karena terdapat aturan pelaksanaan kampung tematik serta kaidah operasional di Kampung Kuliner Pujasera Energi. 3) Kepemimpinan sudah baik, karena melibatkan stakeholders dalam penyelesaian konflik. 4) Proses kolaboratif cukup baik karena adanya forum diskusi dalam membangkitkan kembali kehidupan Kampung Kuliner Pujasera Energi dengan adanya komitmen tinggi dari para stakeholders sehingga membentuk suatu kepercayaan satu sama lain dalam proses kolaborasi, namun terdapat ketidakselarasan pemahaman bersama antara Kelurahan Tambakharjo dan PT Pertamina AFT Ahmad Yani dengan Bappeda Kota Semarang dalam hal pembinaan melalui proses sosialisasi. Faktor pendorong utama adalah komitmen dan kepercayaan antar stakeholders, sedangkan faktor penghambat meliputi ketidakseimbangan sumber daya dan ketidakselarasan pemahaman. Saran untuk pengembangan kolaborasi meliputi pengecekan kebutuhan kampung tematik oleh Kelurahan Tambakharjo, pendampingan pelapak usaha untuk literasi digital, dan melanjutkan kerja sama dengan akademisi guna mendukung keberlanjutan Pujasera Energi. Kata Kunci: Collaborative Governance, Kemiskinan, Kolaborasi, Stakeholders, Pengembangan UMKM 188/PEM/2024} }