A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_sessionjnb0skfh0rlm1lh1o90h27qtjcdabe8k): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Santosa Anggita Zahra Primasty},
title ={UNLOCKING SUSTAINABLE GROWTH IN ASEAN:
KEPATUHAN INDONESIA TERHADAP ASEAN ECONOMIC
COMMUNITY BLUEPRINT 2025 MELALUI ASEAN CIRCULAR
ECONOMY FRAMEWORK},
year={2024},
url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28422/},
abstract={Circular Economy (CE) adalah model ekonomi regeneratif yang bertujuan
meminimalkan limbah dan dampak lingkungan melalui efisiensi sumber daya.
ASEAN, melalui ASEAN Circular Economy Framework, mendorong kolaborasi
regional untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Asia
Tenggara. Indonesia, sebagai anggota ASEAN, memiliki peran strategis dalam
mendukung implementasi framework ini. Namun, adopsi dan implementasi
ekonomi sirkular di Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti harmonisasi
kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Indonesia mematuhi
ASEAN Circular Economy Framework melalui indikator output, outcome, dan
impact, serta mengidentifikasi hambatan dalam penerapannya, baik di tingkat
nasional maupun regional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi kebijakan ekonomi sirkular di
Indonesia telah memberikan kontribusi positif, bahwa Indonesia telah mengadopsi
kebijakan terkait, seperti pengelolaan limbah dan efisiensi sumber daya. Namun,
efektivitasnya masih terhambat oleh kurangnya sinergi antar sektor, harmonisasi
regulasi, serta keterbatasan teknologi dan infrastruktur. Di sisi lain, integrasi
regional melalui ASEAN dapat menciptakan peluang untuk kolaborasi antar
negara, pengembangan teknologi hijau, serta peningkatan daya saing kawasan
ASEAN.
Keberhasilan implementasi ASEAN Circular Economy Framework
memerlukan kolaborasi semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, sektor
swasta, serta masyarakat, untuk mencapai sinergi yang efektif. Studi ini
merekomendasikan peningkatan koordinasi lintas sektor dan penguatan kapasitas
nasional untuk mendukung integrasi ekonomi sirkular ASEAN secara
menyeluruh.
Keywords: ASEAN Circular Economy, kepatuhan Indonesia, kebijakan
berkelanjutan
122 HI 2024}
}