@thesis{thesis, author={Magdalena Amelinda Saskia and Maharani Maharani and Prihatningtias Riski and Wildan Arief}, title ={Hubungan Antara Kualitas Tidur dan Merokok dengan Amplitudo Akomodasi pada Pasien Presbiopia}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28501/}, abstract={Latar Belakang: Presbiopia adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan penurunan amplitudo akomodasi akibat penuaan, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kualitas tidur dan kebiasaan merokok. Penelitian terkait hubungan antara kedua faktor tersebut dengan amplitudo akomodasi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan merokok dengan amplitudo akomodasi pada pasien presbiopia. Metode: Penelitian observasional cross-sectional ini dilakukan di Poli Mata Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Semarang, pada Agustus hingga Oktober 2024. Data diperoleh dari 34 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kebiasaan merokok dinilai dengan Indeks Brinkman, dan amplitudo akomodasi diukur dengan metode subjektif. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Kualitas tidur menunjukkan hubungan signifikan dengan amplitudo akomodasi mata kanan, kiri, dan binokular (p < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dengan amplitudo akomodasi (p > 0,05). Kesimpulan: Kualitas tidur yang buruk berdampak signifikan terhadap amplitudo akomodasi pada pasien presbiopia, sedangkan kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme mendalam dari kedua faktor tersebut. Kata Kunci: Presbiopia, Kualitas Tidur, Merokok, Amplitudo Akomodasi, Stres Oksidatif} }