@thesis{thesis, author={SEPTIANI DHUHIKA NIKMAH}, title ={KOLABORASI PEMERINTAH, SWASTA DAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING: STUDI KASUS PROGRAM RUMAH SIGAP (SIAPKAN GENERASI ANAK BERPRESTASI) DI KELURAHAN BANDARHARJO KECAMATAN SEMARANG UTARA}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28626/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kolaborasi dalam program pencegahan stunting pada Rumah SIGAP di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak serta angka stunting di Kecamatan Semarang Utara menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Teori yang digunakan yaitu dengan mengadopsi teori Collaborative Governance menurut Ansel & Gash dan peran kolaborasi menurut Donahue & Zeckhauser. Dalam konteks ini, peneliti mengidentifikasi lima indikator utama dari proses Collaborative Governance, yaitu dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan outcome menengah. Selain itu, peran masing-masing aktor dalam kolaborasi juga diuraikan dengan menggunakan 4 indikator, yaitu kolaborasi produktivitas, kolaborasi informasi, kolaborasi legitimasi, dan kolaborasi sumber daya. Melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengambilan informan yaitu purposive sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dari informan secara langsung dan data sekunder dari referensi pustaka, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antar pihak sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi dan pola asuh yang baik. Program ini berhasil menurunkan angka stunting dari 1.416 jiwa pada akhir 2022 menjadi 872 jiwa pada akhir 2023, dan 801 jiwa pada Oktober 2024. Meskipun tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat dan masalah ekonomi masih ada, komitmen dan evaluasi rutin dari semua pihak terlibat menjadi kunci keberhasilan program. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kolaborasi lintas sektor yang efektif dapat memberikan dampak positif dalam pencegahan stunting, dan diharapkan dapat terus berlanjut untuk mencapai tujuan akhir yaitu angka nol stunting di masa depan. Kata kunci: Stunting, kolaborasi, Rumah SIGAP, pencegahan, kesehatan anak. 200 PEM 2024} }