@thesis{thesis, author={Dewi Widya Sarah}, title ={EVALUASI DAMPAK PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) DALAM MENGURANGI PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN BANGETAYU KULON DAN KELURAHAN BANJARDOWO KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28641/}, abstract={Berdasarkan UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni yang ditandai dengan ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Pemukiman Kumuh Tahun 2022-2026, Pemerintah memiliki target Kota Semarang dengan 0% atau zero kawasan kumuh. Masalah permukiman kumuh bukanlah persoalan baru melainkan sudah menjadi fenomena permasalahan klasik baik di tingkat global, regional maupun nasional dan lokal. Evaluasi program KOTAKU dalam penelitian ini bermaksud untuk mengukur keberhasilan program KOTAKU dalam mengurangi permukiman kumuh serta mencapai target Kota Tanpa Kumuh. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, maka dapat memantau perkembangan kondisi permukiman kumuh dan memastikan bahwa program penataan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi output Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kecamatan Genuk dan mengevaluasi outcome Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kecamatan Genuk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Hariani (2017) dan Diana, dkk (2022) mengenai Evaluasi Output dan Outcomes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program KOTAKU ini berhasil meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi, cakupan program yang cukup luas, serta frekuensi pelaksanaan yang efektif. Selain itu, program ini juga telah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pembangunan dan perbaikan akses terhadap infrastruktur yang layak, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal memahami dan mengelola lingkungan dengan lebih baik, seperti cara merawat fasilitas umum yang telah dibangun atau diperbaiki serta pemeliharaan infrastruktur. Namun, berdasarkan hal tersebut masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan anggaran, jadwal pelaksanaan yang tidak pasti, dan adanya segmen masyarakat yang kurang peduli terhadap keberlanjutan program. Kata Kunci : Evaluasi, Output, Outcomes, Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)} }