@thesis{thesis, author={Khatulistiwa Annisa Lintang}, title ={Memahami Pengembangan Karakter Perempuan Kuat Dalam Film Kill Bookson}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28643/}, abstract={Film Kill Boksoon merupakan film action asal Korea Selatan yang menghadirkan tokoh utama perempuan dengan karakter yang kompleks. Disutradarai oleh Byun Sung Hyun, film ini mengeksplorasi tema kekuatan perempuan dan perjuangan dalam menghadapi ekspektasi sosial dalam masyarakat. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa representasi karakter perempuan yang berdaya, memberikan peluang untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan dapat membangun identitas yang kuat dengan menggabungkan atribut maskulin dan feminin, serta melampaui batasan tradisional yang ditetapkan oleh konstruksi gender. Penelitian ini mengacu para paradigma kritis dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Teori utama dalam penelitian ini adalah performance and positioning theory, gaze theory, dan girl power. Posisi perempuan utamanya di Korea Selatan seringkali dihadapkan pada ekspektasi yang membatasi peran mereka karena masih dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarkal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter perempuan dalam film ini merepresentasikan aspek Girl Power melalui perannya sebagai pembunuh bayaran dan ibu tunggal. Karakter ini menunjukkan bahwa feminitas tidak hanya menjadi atribut pasif, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan perempuan. Penampilannya yang anggun namun tangguh, serta keputusannya mencerminkan agensi, menegaskan posisi perempuan sebagai individu yang berdaya di tengah dominasi nilai-nilai patriarkal. Fragmentasi tubuh perempuan menyoroti kekuatan fisik dan agensi dalam melakukan pekerjaannya, selain itu juga memfokuskan pada ekspresi dan gestur karakter tanpa terjebak dalam objektifikasi sosial. Fokalisasi internal menunjukkan subjektvitas perempuan terkait perspektif dan konflik emosional Boksoon, sedangkan fokalisasi eksternal memosisikan Boksoon sebagai sosok yang berdaya dan otonom di tengah dunia yang didominasi oleh nilai-nilai maskulin. Film Kill Boksoon menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam media masih terpengaruh oleh ideologi dominan yang berlaku di masyarakat. Film ini mencerminkan bagaimana peran perempuan, sering kali dibebani oleh ekspektasi sosial yang mengikat. Keberhasilan perempuan dalam narasi ini dinilai berdasarkan kemampuan mereka menjalankan tugas domestik dan emosional secara ideal. Meskipun terdapat resistensi terhadap struktur patriarkal melalui tindakan dan keputusan Boksoon, narasi film ini secara keseluruhan tetap mereproduksi ideologi yang menempatkan perempuan dalam dilema antara memenuhi peran domestik dan mencapai kebebasan penuh dari batasan sosial. Keywords: Kill Boksoon, girl power, feminitas, konstruksi gender 227 Kom 2024} }