@thesis{thesis, author={Sihombing Lastiur Maida}, title ={ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) DI KECAMATAN SEMARANG UTARA}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28690/}, abstract={Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) merupakan salah satu upaya strategis dari Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam percepatan penanganan kawasan permukiman kumuh melalui gerakan 100-0-100, yaitu 100% akses air bersih, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi layak di tahun 2019. Kecamatan Semarang Utara menjadi salah satu daerah prioritas penanganan kawasan kumuh di Kota Semarang. Namun, penelitian terdahulu tentang program KOTAKU menunjukkan target KOTAKU belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi program KOTAKU di Kecamatan Semarang Utara. Teori yang digunakan adalah teori implementasi dari George C. Edward III. Ada lima faktor yang di analisis yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi dan dukungan masyarakat. Pendekatan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan responden 83 orang pelaksana program KOTAKU di Kecamatan Semarang Utara. Analisis data menggunakan software SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh negatif terhadap implementasi, sebesar 0.089. Sumber daya berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi, sebesar 0.498. Disposisi berpengaruh positif terhadap implementasi, sebesar 0.104. Struktur birokrasi berpengaruh negatif terhadap implementasi, sebesar 0.067. Dukungan masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi, sebesar 0.108. Secara simultan, komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi, dan dukungan masyarakat berpengaruh terhadap implementasi sebesar 0,702 atau 70,2%, sisanya (100%-72,5% =29,8%) dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Saran yang diberikan peneliti adalah memastikan konsistensi dan keseragaman informasi, menambahkan alokasi dana untuk mengatasi permasalahan kumuh yang belum tuntas, meningkatkan kepercayaan publik untuk memperoleh dukungan yang optimal dari masyarakat, serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama yang baik antara instansi pemerintah, BKM/KSM, dan masyarakat. Kata Kunci: Komunikasi; Sumber daya; Disposisi; Struktur birokrasi; Dukungan masyarakat} }