@thesis{thesis, author={MAWARGANIS ANGGIA OKY and SALSABILA UZMA SYARIFATUL MUNA}, title ={PRA RANCANGAN PABRIK CUMENE DARI BENZENE DAN PROPYLENE MENGGUNAKAN KATALIS ASAM FOSFAT DENGAN KAPASITAS 6.000 TON/TAHUN}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28722/}, abstract={Cumene (isopropyl benzene) merupakan salah satu produk kimia yang digolongkan sebagai senyawa aromatik bercicin tunggal memiliki wujud berbentuk cairan bening dan memiliki aroma yang khas. Cumene (C9H12) banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan solvent dan zat aditif. Oleh karena itu, pendirian Pabrik Cumene dengan kapasitas 6.000 ton/tahun yang beroperasi selama 24 jam setiap hari dengan masa kerja 330 hari selama setahun perlu dipertimbangkan dalam memenuhi kebutuhan Cumene di Indonesia. Proses yang digunakan dalam memproduksi Cumene pada pabrik menggunakan metode alkilasi dengan bahan baku berupa benzene dan propylene dengan katalis asam fosfat. Bahan baku tersebut akan direaksikan di dalam Reaktor Fixed Bed Multitube dengan kondisi operasi 250°C dan tekanan 27 atm. Proses produksi melalui 3 tahap yaitu persiapan bahan baku, konversi cumene, dan distilasi. Unit utilitas merupakan unit penyedia bahan maupun tenaga pembantu, sehingga membantu kelancaran operasi pabrik. Utilitas memenuhi kebutuhan air pendingin sebanyak 60,3015 m3 /hari, air umpan boiler sebanyak 1.956,033 m3 /hari, air sanitasi sebanyak 19,3 m3 /hari. Terdapat 3 laboratorium, yaitu laboratorium utilitas, laboratorium analitik, laboratorium penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan yang dipilih dalam menjalankan Pabrik Cumene yaitu Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan struktur organisasi line and staff serta jumlah keseluruhan karyawan sebanyak 136 orang. Hasil analisa kelayakan menunjukan nilai POS sebelum pajak dan sesudah pajak sebesar 32% dan 24%, ROI setelah pajak sebesar 11,77%, POT setelah pajak berkisar 5 tahun. BEP dan SDP masing-masing diperoleh sebesar 46% dan 24%. Berdasarkan analisa ekonomi diatas dapat dikatakan pendirian pabrik Cumene dengan kapasitas 6.000 ton/tahun layak untuk didirikan.} }