@thesis{thesis, author={Purbawati Karina Harry and Rustanti Nadya}, title ={PRARANCANGAN PABRIK GIPSUM DARI KALSIUM KARBONAT DAN ASAM SULFAT KAPASITAS 110.000 TON/TAHUN}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28746/}, abstract={Gipsum (CaSO4.2H2O) merupakan bahan kimia yang digunakan dalam industri semen dan infrastruktur. Peningkatan kebutuhan semen setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga mempengaruhi peningkatan kebutuhan gipsum di dalam negeri. Sampai saat ini, untuk mencukupi kebutuhan gipsum dalam negeri banyak konsumen yang mengimpor. Oleh karena itu, pendirian pabrik gipsum menjadi peluang dan prospek yang cukup baik untuk di realisasikan sebagai salah satu langkah untuk membantu perekonomian Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan gipsum di dalam negeri. Produksi gipsum membutuhkan 2 bahan baku yaitu Kalsium Karbonat dan Asam Sulfat. Ketersediaan kalsium karbonat (batu kapur) sangat melimpah di Indonesia dengan kapasitas yang memadai. Proses produksi terdiri dari 3 tahapan utama, yaitu mereaksikan kalsium karbonat dan asam sulfat, proses filtrasi untuk memisahkan antara slurry dan fluida yang lain, pengeringan untuk mengurangi kadar H2O yang ada pada produk. Proses produksi gipsum dengan bahan baku kalsium karbonat dan asam sulfat memiliki beberapa kelebihan antara lain proses produksi secara sederhana, nilai kemurnian yang tinggi, bahan baku mudah didapat, dan tidak menghasilkan limbah yang berbahaya. Bentuk pabrik gipsum direncanakan berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dengan status perusahaan terbuka yang mendapatkan modal dari penjualan sahan dan tiap pemegang saham mengambil bagian sebanyak satu sahan atau lebih. Kekuasaan tertinggi PT dipegang oleh Rapat Pemegang Saham (RUPS) dan setiap pemegang saham memiliki hak suara dalam rapat umum. Pada perancangan pabrik gipsum ini, dibuat juga evaluasi serta penilaian investasi. Dari hasil perhitungan analisa kelayakan maka diperoleh percent profit on sales sebelum pajak adalah 15,58% dan sesudah pajak adalah 11,69%, Nilai IRR sebesar 19%, Break event point sebesar 11,2% dan Shut down point sebesar 9% dari kapasitas produksi. Kata Kunci: Asam Sulfat, Gipsum, Kalsium Karbonat} }