@thesis{thesis, author={ADIYATMA AMELIA RIZKY and SUBAGYO MEYLINDA DITA ANGGI}, title ={PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT (CH3COOC2H5) DENGAN PROSES ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT (H2SO4) KAPASITAS 43.000 TON/TAHUN}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28748/}, abstract={Pabrik etil asetat direncanakan beroperasi pada tahun 2026 dengan kapasitas 43.000 ton/tahun menggunakan proses esterifikasi. Bahan baku utama dari pabrik ini adalah etanol dan asam asetat serta dengan penambahan asam sulfat sebagai katalis. Pabrik ini akan didirikan dikawasan industri Jetis, Mojokerto, Jawa Timur. Bahan baku etanol didapatkan dari PT. Molindo Raya Industrial, Malang, Jawa Timur, asam asetat dari PT. Indo Aciditama, Karanganyar, Jawa Tengah dan katalis asam sulfat didapatkan dari PT. Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Proses reaksi berjalan dengan bersifat eksotermis dan reversible. Proses yang digunakan yaitu Reaktor untuk mereaksikan etanol, asam asetat, dan asam sulfat dengan suhu 30°C dan tekanan 1 atm. Produk berupa etil asetat yang keluar dari Reaktor akan dibawa menuju ke Esterifying untuk pemisahan antara unreacted reactan dan produk samping dengan produk utama. Dan akan dimurnikan pada tahap selanjutnya yaitu pada Distillation Column untuk memisahkan komponen azeotrop dari produk utama. Kemudian produk akan dibawa menuju Mixer untuk proses ekstraksi dengan ditambahkan air, dan selanjutnya dibawa menuju Decanter untuk proses pemisahan fase ringan dan fase berat dan selanjutnya produk akan dibawa menuju Stripper Column untuk memisahkan fase ringan dan fase berat, yang mana fase berat berupa produk akan dibawa ke Cooler sebelum disimpan ke Storage Tank. Kebutuhan energi pada pabrik ini diperoleh dari bahan bakar berupa solar. Kebutuhan listrik untuk operasional pabrik dipenuhi dari PLN dan generator sebagai cadangan. Bentuk perusahaan yang direncanakan pada pabrik etil asetat ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan status perusahaan terbuka yang mendapatkan modal dari penjualan saham, dan tiap pemegang saham mengambil bagian sebanyak satu saham atau lebih dengan jumlah karyawan 170 orang. Dari perhitungan neraca massa dan neraca panas didapatkan efisiensi 95% dan 90%. Pada desain proyek pabrik etil asetat ini dapat dilihat dari analisa kelayakan berdasarkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 41,25% dan Pay Out Time setelah pajak pada tahun ke-3.} }