@thesis{thesis, author={MARTIANI ASTRID TANIA}, title ={IMPLEMENTASI DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK (DRPPA) DI DESA SEMPOR LOR DAN DESA PANDANSARI PURBALINGGA}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28764/}, abstract={Peran gender adalah perilaku dan sikap yang umumnya dapat diterima, sesuai, atau diinginkan oleh seseorang sebagai kegiatan, tugas-tugas atau tanggung jawab bagi laki-laki maupun perempuan. Revolusi budaya yang lebih setara dan inklusif sangat penting untuk dilakukan untuk menjamin bahwa perempuan dapat memperoleh kebebasan dan hak-hak yang menjadi hak setiap orang. Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dalah desa atau kelurahan yang berperspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan Masyarakat. Penelitian ini berrtujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang Desa Ramah Perempuan Peduli Anak dan implementasinya di Desa Sempor Lor dan Pandansari, dan mengetahui dan menganilisis indikator-indikator yang ada dalam implementasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Sempor Lor dan Desa Pandansari, Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video. Penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling yang melibatkan Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak (DINSOSDALDUKKBP3A) Purbalingga dan Pemerintahan Desa Sempor Lor dan Desa Pandansari, dan di Desa Sempor Lor dan Desa Pandansari, Purbalingga. Hasil penelitian program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Desa Pandansari dan Desa Sempor Lor, Kabupaten Purbalingga, menunjukkan hasil yang signifikan dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Desa Pandansari berhasil menerapkan program ini dengan baik, berkat dukungan komunikasi yang efektif, struktur kelembagaan yang jelas, dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Sebaliknya, Desa Sempor Lor masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya sumber daya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kurang optimalnya koordinasi antar agen pelaksana. Untuk meningkatkan efektivitas program di kedua desa, disarankan agar Desa Sempor Lor fokus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar agen pelaksana, serta memperbaiki sistem pendataan dan dokumentasi. Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan program dan memastikan regulasi yang mendukung program DRPPA selalu diperbarui. Kata kunci: Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, peran gender, Purbalingga 209 ILPEM 2024} }