@thesis{thesis, author={Roshadi Bintang Anugrah}, title ={READAPTASI BUDAYA KOLEKTIVIS MAHASISWA INDONESIA}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28778/}, abstract={Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman proses readaptasi mahasiswa terhadap budaya kolektivis sekembalinya mereka ke Indonesia. Berangkat dari kesulitan dan tantangan pada proses readaptasi karena adanya perbedaan nilai-nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman yang terdiri dari tantangan dan strategi yang digunakan oleh para mahasiswa ini dalam beradaptasi dengan norma dan nilai budaya negara asal mereka. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi transendental penelitian ini berusaha memahami pengalaman proses readaptasi 5 mahasiswa setelah kembali ke lingkungan budaya kolektivis. Teori yang digunakan penelitian ini adalah Teori Readaptasi Kurva W. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa kecakapan intrapersonal dan interpersonal membantu mahasiswa melalui fase-fase dalam proses readaptasi. Subjek penelitian yang cenderung memiliki kepribadian terbuka dan reseptif cenderung lebih mudah melakukan readaptasi karena selalu terdorong untuk terhubung dengan lingkungan sekitar dan menyelaraskan persepsi dan nilai yang ia miliki. Penelitian ini menemukan bahwa rentang waktu seseorang tinggal di luar negeri bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam proses readaptasi. Penelitian ini juga menunjukan pentingnya melakukan riset kemanapun subjek penelitian akan pergi. Mengetahui apa yang subjek penelitian hadapi akan menyiapkan standar ekspektasi mereka nantinya, dengan begitu akan meminimalisir shock yang mereka hadapi. Temuan lainnya adalah bahwa kebiasaan dalam keluarga membentuk pribadi seorang menjadi lebih adaptif seperti salah satu subjek peneitian yang selalu berpindah tempat tinggal semenjak kecil. Hal tersebut membuat subjek penelitian tersebut lebih mudah menerima hal baru dan mewajarkan adanya perbedaan yang dia hadapi. Sebaliknya, subjek penelitian minim pengalaman dalam mengahadapi lingkungan baru lebih sulit untuk melakukan readaptasi, karena yang ia tahu selama ini hanya lingkungan yang ?nyaman? dan selalu sama baginya. Peneliti menemukan juga bahwa memiliki lingkungan sosial yang suportif dapat membantu proses readaptasi menjadi lebih mudah. Lingkungan sosial berupa orang terdekat seperti keluarga, sahabat, maupun kolega dapat membantu subjek penelitian selama proses readaptasi dalam bentuk dukungan sosial begitu juga psikologis. Implikasi dari penelitian ini adalah memberi pemahaman lebih dalam mengenai teori readaptasi yang digunakan, terutama peran faktor-faktor dalam setiap fase. Secara praktis penelitian ini memberi gambaran mengenai upaya yang mampu dilakukan oleh mahasiswa untuk mempermudah proses readaptasi. Penelitian ini menyumbang pengetahuan lebih jauh kepada masyarakat mengenai proses readaptasi yang harus dilalui setelah tinggal di lingkungan budaya yang berbeda, terutama bagi mereka yang berencana tinggal di luar negeri dalam jangka waktu tertentu. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang turut membantu maupun menjadi tantangan dalam proses readaptasi seperti jangka waktu tinggal yang lebih lama, atau faktor geopolitik suatu negara.} }