@thesis{thesis, author={Rahmanya Restu Rezky}, title ={KEBIJAKAN LUAR NEGERI JOKOWI: KERJASAMA INTERNASIONAL DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN INDUSTRI OTOMOTIF RAMAH LINGKUNGAN}, year={2024}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28815/}, abstract={Pada periode Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia mendorong pengolahan nikel menjadi produk bernilai tambah, Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan strategis yang bertujuan tidak hanya mencegah eksploitasi sumber daya nikel oleh pihak asing tetapi juga meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), seperti tingginya ketergantungan pada impor kendaraan dan minimnya infrastruktur pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan luar negeri Presiden Jokowi dalam mendukung pengembangan industri otomotif ramah lingkungan melalui kerja sama internasional. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan Teori Hijau sebagai kerangka analisis. Teori ini, menurut Hugh Dyer, memiliki dua perspektif utama: ekosentris, yang mengutamakan keseimbangan lingkungan di atas kepentingan manusia, dan antroposentris, yang memandang lingkungan sebagai sumber daya sementara. Namun, Teori Hijau menolak pandangan antroposentris, menekankan pentingnya aksi kolektif demi keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai produsen nikel terbesar dunia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendukung industri EV global, terutama melalui baterai berbasis nikel. Untuk mencapai visi keberlanjutan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan. Keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan industri EV tidak hanya meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya global melawan perubahan iklim. 128 HI 2024} }