@thesis{thesis, author={Ihsan Arjiansah Shadam and Ramadhan Sulaeman Moh. Gilang}, title ={Review Desain Sistem Drainase Sub-Sistem Kali Banger Sistem Semarang Tengah Kota Semarang}, year={2025}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29310/}, abstract={ABSTRAK Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota. Kota Semarang merupakan daerah banjir yang disebabkan oleh berbagai masalah seperti debit hujan yang melampaui kapasitas penampang aliran yang telah mengalami degradasi kapasitas, sedimentasi, penurunan fungsi dan kapasitas sungai, dan adanya pengalihan fungsi lahan. Kota Semarang memiliki beberapa Sub?Sistem saluran drainase yang salah satunya adalah Sub-Sistem Kali Banger sistem Semarang Tengah memiliki luas wilayah ±523,79 ha. Terdapat beberapa permasalahan yang ada di daerah Sub-Sistem Kali Banger di antaranya adalah saluran drainase banyak yang mengalami sedimentasi cukup tebal, saluran primer dan Sungai Banger banyak ditumbuhi oleh enceng gondok yang mengakibatkan pendangkalan pada dasar Sungai, sampah dan vegetasi liar yang terdapat pada sebagian besar saluran yang mengakibatkan pengurangan kapasitas penampungan dari saluran. Perencanaan Sustainable Urban Drainage System (SUDS) dan Normalisasi Saluran dapat menjadi salah satu solusi untuk menyediakan mengatasi permasalahan banjir yang ada di kawasan sub sistem Kali Banger pada khususnya dan Kota Semarang pada umumnya. Tujuan dari Review desain ini di antaranya adalah untuk mengkaji kondisi eksisting dari saluran drainase pada wilayah Sub-Sistem Kali Banger masih memiliki kapasitas yang baik atau tidak. Oleh karena itu dilakukan permodelan dengan menggunakan software EPA SWMM 5.2. Dimana dilakukan dengan beberapa permodelan dari kondisi eksisting yang menghasilkan analisis yakni pada jam puncak 05:15 terdapat 30 saluran menggenang, dan 6 saluran meluap, jam puncak 05:30 memiliki 2 saluran meluap, jam puncak 05:45 memiliki 4 saluran meluap dengan 4 saluran menggenang, dan jam puncak 06:00 memiliki 4 saluran meluap dengan 2 saluran menggenang. Lalu dilanjutkan dengan penerapan SUDS yakni berupa Rain Water Harvesting (RWH), tangki air yang direncanakan total sebanyak 4735 unit dengan kapasitas 2000 L sebanyak 1746 unit, kapasitas 2250 L sebanyak 1532 unit, kapasitas 2800 L sebanyak 867 unit, dan kapasitas 3000 L sebanyak 590 unit dan dihasilkan Pada jam puncak 05:15 tidak ada saluran meluap ataupun menggenang, jam puncak 05:30 memiliki 2 saluran meluap, jam puncak 05:45 memiliki 4 saluran meluap dengan 4 saluran menggenang, dan jam puncak 06:00 memiliki 2 saluran meluap dengan 4 saluran menggenang. Dilakukan normalisasi pada saluran yang masih menggenang maupun meluap dihasilkan tidak terdapat saluran yang meluap maupun menggenang. Reduksi penurunan debit runoff eksisting ke runoff SUDS pada jam puncak 05:15 s/d 06:00 dengan persentase sebesar 33,17%. Sedangkan reduksi penurunan debit flooding eksisting ke flooding normalisasi pada jam puncak 05:15 s/d 06:00 dengan persentase sebesar 13,59%. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari penerapan SUDS dan Normalisasi menelan biaya sebesar Rp22.293.975.000,00. Kata kunci : Drainase, Sub-Sistem Kali Banger, Sustainable Urban Drainage System (SUDS), Rain Water Harvesting (RWH), Normalisasi} }