@thesis{thesis, author={Pratama Enggar Galih}, title ={PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL BUAH SALAK DI DESA PAKELEN KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARA}, year={2025}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29570/}, abstract={Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal adalah proses peningkatan kemampuan dan kekuatan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan potensi lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal buah salak di Desa Pakelen serta mengidentifikasi faktorfaktor yang menjadi pendorong dan penghambat pemberdayaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berupa ucapan tertulis dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam kepada narasumber yang terkait, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia terdapat kekurangan dari sisi pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal. Pengembangan kelembagaan kelompok sudah memiliki struktur yang jelas, namun belum memiliki peraturan dan mekanisme yang tetap. Hubungan dengan lembaga keuangan lokal dan dukungan dari pemerintah atau swasta pada aspek pemupukan modal masyarakat belum optimal. Pengembangan usaha produktif masih mengalami kendala dalam hal strategi pemasaran, penguatan jaringan distribusi, dan pemanfaatan teknologi digital. Penyediaan informasi tepat guna sudah berjalan optimal karena akurat, relevan, dan mudah diakses. Faktor pendukung strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal buah salak di Desa Pakelen yakni sumber daya alam, kebijakan, dan struktur kekuasaan. Adapun faktor penghambat yakni rendahnya partisipasi masyarakat. Rekomendasi penelitian ini yakni melakukan edukasi, perbaikan kelembagaan, memperkuat kemitraan, pemanfaatan media sosial, membuat buku panduan wirausaha berbasis potensi lokal, dan meningkatkan partisipasi dengan cara menggandeng semua lini masyarakat. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Potensi Lokal, Pengelolaan 12 publik 2025} }