@thesis{thesis, author={Athifah Fildzah and Wiyati Putri Sekar}, title ={KEMATIAN IBU DI RS DR. KARIADI SEMARANG PERIODE 2021-2023 BERDASARKAN KRITERIA MATERNAL MORTALITY WHO}, year={2025}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29580/}, abstract={Latar Belakang: Kematian ibu tetap menjadi masalah global meskipun Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mengalami penurunan. Data menunjukkan AKI di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, termasuk di Jawa Tengah dengan AKI sebesar 183 pada tahun 2020. Penelitian ini mengkaji kematian ibu di RS Dr. Kariadi, rumah sakit rujukan tertinggi di Jawa Tengah, untuk memahami penyebab dan faktor yang berhubungan dengan kematian Tujuan: mengetahui gambaran kematian ibu di RS Dr. Kariadi yang dapat menjadi data acuan untuk intervensi dalam upaya penurunan AKI khususnya di wilayah Jawa Tengah Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan menggunakan studi cross sectional terhadap seluruh kematian ibu yang terjadi di RS Dr. Kariadi selama periode 2021-2023. Hasil: Terdapat 91 kasus kematian ibu dengan distribusi: 45 kasus pada 2021, 19 kasus pada 2022, dan 27 kasus pada 2023. Kematian terbanyak terjadi pada masa nifas (81,3%), dengan penyebab utama komplikasi non-obstetrik (64,8%). Analisis menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal (ANC) <8x dengan periode kematian ibu pada masa nifas (p<0,05). Tidak ditemukan hubungan antara status anemia, riwayat komplikasi sebelumnya, hambatan fasilitas, dan pemberi layanan ANC dengan periode kematian ibu saat hamil, bersalin maupun nifas. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara frekuensi ANC <8x terhadap periode kematian ibu saat nifas (p<0,05), namun tidak terdapat hubungan antara status anemia, riwayat komplikasi sebelumnya, hambatan ketersediaan fasilitas, dan pemberi layanan anc dengan periode kematian ibu baik pada saat hamil, maupun nifas Kata Kunci: Kematian Ibu, RS Dr. Kariadi Semarang, Penyebab Utama, Status Anemia, Frekuensi ANC.} }