@thesis{thesis, author={Firdausy Alvan Alsina and Purbowati Endang and Sutaryo Sutaryo}, title ={DEGRADASI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PRODUKSI METHAN SLURRY BIOGAS DENGAN SUBSTRAT MANURE SAPI PERAH DAN KULIT NANAS PADA LEVEL BERBEDA}, year={2022}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/29760/}, abstract={Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 ? April 2022 di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui degradasi bahan kering, degradasi bahan organik dan produksi methan dari slurry (keluaran) digester biogas tipe continue, akibat penggunaan kulit nanas sebagai co-substrat pada manure sapi perah untuk substrat isian digester penghasil biogas. Materi penelitian yang digunakan yaitu starter, feses sapi perah laktasi, air, larutan NaOH 4% (w/w), kulit nanas, inkubator, digester tipe continue dan batch. Metode penelitian eksperimental dengan 4 perlakuan, pada digester continue meliputi T0 (100% manure), T1 (98,8% manure + 1,2% tepung kulit nanas), T2 (97,6% manure + 2,4% tepung kulit nanas) dan T3 (96,4% manure + 3,6% tepung kulit nanas) yang dilakukan selama 3 kali hydraulic retention time (HRT), dimana 1 HRT sama dengan 22 hari. Tahap pertama yaitu masa adaptasi selama 3 minggu pada 4 digester tipe continue, dengan mengisi starter ke dalam digester sebanyak 5.250 g dan ditutup rapat. Setiap hari, slurry dikeluarkan dari dalam digester dan dilakukan pengisian kembali dengan substrat manure sapi perah sebanyak 238,6 g. Tiga hari terakhir, dilakukan pengukuran gas methan, jika hasilnya stabil maka dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Tahap pengambilan data penelitian, slurry tiap perlakuan, pada hari ke- 41 ? 45, dikoleksi dan dihomogenkan untuk digunakan sebagai penelitian utama pada digester tipe batch, yang dimasukkan ke inkubator dengan suhu 35 ? 37°C selama 30 hari. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis regresi linier pada nilai degradasi bahan kering diperoleh persamaan y = 2,065 + 0,789x, nilai degradasi bahan organik diperoleh persamaan y = 3,9754 + 1,0434x dan nilai produksi methan diperoleh persamaan y = 3,3175 + 0,4417x. Nilai korelasi (r) antara level pemberian kulit nanas dengan nilai degradasi bahan kering yaitu 0,692 dan dengan nilai degradasi bahan organik yaitu 0,714 yang artinya nilai korelasi tersebut kuat. Nilai produksi methan memiliki korelasi sedang yaitu 0,553. Koefisien determinasi (R 2 ) diperoleh nilai 0,479 pada degradasi bahan kering, nilai 0,510 pada degradasi bahan organik dan nilai 0,306 pada produksi methan. Nilai R 2 dapat diartikan bahwa penggunaan kulit nanas menentukan nilai degradasi bahan kering sebesar 47,9%, degradasi bahan organik sebesar 51% dan produksi methan sebesar 30,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kulit nanas sebagai co-substrate manure sapi perah untuk substrat isian digester biogas, dapat meningkatkan nilai degradasi bahan kering, degradasi bahan organik dan produksi methan slurry (keluaran) digester biogas.} }