@thesis{thesis, author={Anam Khairul and Komala Diva Rosma and Prabhata Wimzy Rizqy}, title ={Studi Penambatan Molekul dan Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas Turunan Luteolin L-arabinosa sebagai Inhibitor α-Glukosidase}, year={2025}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30011/}, abstract={Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit yang memiliki jumlah kematian yang diprediksi terus meningkat tiap tahunnya. Salah satu terapi diabetes melitus tipe 2 adalah dengan menghambat aktivitas enzim ?-glukosidase. Salah satu senyawa yang memiliki aktivitas sebagai inhibitor ?-glukosidase adalah luteolin. Luteolin yang terkonjugasi dengan gula memiliki potensi sebagai inhibitor ?-glukosidase karena kemiripan substrat utamanya. Tujuan: Mengetahui potensi aktivitas inhibitor ?-glukosidase dan Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas turunan luteolin L-arabinosa terhadap aktivitas ?-glukosidase yang dikaji secara in silico yaitu dengan studi penambatan molekul dan HKSA, serta mengetahui pengaruh subtituen L-arbinosa berdasarkan posisi dan jumlah ditinjau dari hasil studi docking dan Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas. Metode: Penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian in silico, dengan melakukan penelitian komputasi pada turunan Luteolin L-arabinosa sebagai inhibitor ?-glukosidase. Hasil: Senyawa 21 (luteolin-7,3?,4?-triarabinosa) merupakan senyawa dengan skor penambatan molekul terbaik dengan nilai -126,295±0,035. Berdasarkan hasil skor penambatan molekul, posisi R3? merupakan posisi optimal untuk substituent L-arabinosa pada luteolin. Terdapat hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas yang dinyatakan pada persamaan yang telah divalidasi dengan nilai R = 0,981; s = 0,012; F = 25,574; p < 0,0001; Q2 = 0,734; SPress = 0,032; SDEP = 0,023. Turunan luteolin yang berikatan optimal terhadap ?-glukosidase adalah senyawa 12 (luteolin-3?-O-triarabinosa), dan berpotensi menjadi inhibitor ?-glukosidase berdsarkan hasil kajian Lipinski?s Rule of Five dan uji toksisitas dengan metode komputasi. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Luteolin, L-arabinosa, ?-glukosidase, HKSA.} }