@thesis{thesis, author={Apriani Mutiara}, title ={KOLABORASI QUADRUPLE HELIX DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA PINTAR (SMART TOURISM VILLAGE) DESA PONGGOK KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN}, year={2025}, url={https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30036/}, abstract={Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dalam pengembangan desa wisata. Desa Ponggok, sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Klaten telah berhasil mengoptimalkan potensi lokal berbasis sumber daya air yang dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik. Model Quadruple Helix menjadi pendekatan yang relevan dalam pengembangan desa wisata karena melibatkan empat aktor yakni pemerintah, sektor industri/bisnis, akademisi, dan masyarakat guna mendorong terciptanya inovasi dan kreativitas dalam mewujudkan Desa Wisata Pintar (Smart Tourism Village). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran masing-masing aktor dalam mendukung pengembangan desa wisata pintar (Smart Tourism Village) di Desa Ponggok. Dalam penelitian ini menggunakan teori Quadruple Helix dan teori Smart Village. Metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data yang digunakan yakni melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Quadruple Helix dalam pengembangan desa wisata pintar di Desa Ponggok tidak menciptakan kolaborasi secara penuh, melainkan lebih bersifat interaksi dan koordinasi antar aktor. Dalam proses pengembangannya, setiap aktor memiliki peran masingmasing. Pemerintah desa berperan dalam menyusun kebijakan, melakukan monitoring dan evaluasi, sebagai penghubung antar pemangku kepentingan, serta mengelola alokasi dana. Sektor industri/bisnis berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Akademisi berperan sebagai penyedia ideide yang inovatif, memberikan pelatihan dan pendampingan, serta strategi yang efektif. Sementara masyarakat berperan sebagai penggerak utama dalam pengelolaan dan promosi wisata. Dengan adanya interaksi dan koordinasi antar keempat aktor tersebut, pengembangan Desa Ponggok sebagai desa wisata pintar mampu memberikan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, untuk mencapai kolaborasi yang lebih optimal, diperlukan adanya strategi koordinasi yang lebih efektif serta penguatan kebijaan dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung inovasi dan meningkatkan daya saing desa wisata. Kata kunci: Tata Kelola Pemerintahan, Quadruple Helix, Smart Tourism Village, Kolaborasi, Inovasi 11. Ilmu Pemerintahan 2025} }