@thesis{thesis, author={MUSTAQIM ACHMAD}, title ={ANALISIS PERAN GURU DALAM MENERAPKAN BUDAYA LITERASI FISIK SISWA KELAS 2 DI SD NEGERI PANDEAN LAMPER 01 SEMARANG}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/2432/}, abstract={ACHMAD MUSTAQIM. NPM 18120170 ?Analisis Peran Guru Dalam Menerapkan Budaya Literasi Fisik Siswa Kelas 2 Di SDN Pandeanlamper 01 Semarang?, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang. Dr. Ir. Anita Chandra DS., M.Pd., Asep Ardiyanto, S.Pd., M.Or. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah literasi fisik merupakan kemampuan untuk bergerak dengan kompetensi dan kepercayaan diri dalam beraktivitas fisik diberbagai lingkungan yang bermanfaat bagi perkembangan sehat seluruh pribadi. Maka guru perlu mengembangkan supaya siswa mempunyai ketrampilan untuk bisa beraktifitas fisik, mempunyai kepercayaan diri untuk berpatisipasi dalam aktifitas fisik, mempunyai pemahaman akan pentingnya hidup aktif dan sehat. Rumusan masalah dalam konteks penelitian ini adalah Bagaimana peran guru dalam menerapkan budaya literasi fisik siswa kelas 2 di sd negeri pandean lamper 01 semarang?.Mendeskripsikan dan menganalisis peran guru dalam menerapkan budaya literasi fisik siswa kelas 2 di sd pandean lamper 01 semarang. Peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan penelitian yang menggambarkan peristiwa atau fenomena dengan data-data yang berbentuk informasi berupa deskripsi dari SD Negeri Pandeanlamper 01. Teknik analisis data penelitian kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau ada Sampel yang diambil adalah 30 siswa kelas II A dan B SDN Gayamsari 02 Semarang. Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan menunjukan bahwa budaya literasi fisik yang diterapkan siswa kelas II SDN Pandeanlamper 01 Semarang memiliki kebiasaan menerapkan aktifitas fisik secara melek fisik. Dalam kemampuan siswa untuk berpatisipasi dalam menjalankan aktifitas fisik dan olahraga sangat belum diterapkan. Hal tersebut yang siswa kurang memiliki ketrampilan untuk bisa beraktifitas fisik, tidak mempunyai kepercayaan diri untuk berpatisipasi dalam aktifitas fisik, tidak memahami akan pentingnya hidup aktif dan sehat . Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah guru tidak perlu ragu untuk memberi perhatian khusus terhadap aktifitas fisik peserta didik, guru dapat menjadi pengganti orang tua di lingkungan sekolah. Pembiasaan dan keterampilan guru memberikan dampak baik dalam menerapkan budaya literasi fisik.} }