@thesis{thesis, author={NI’MAH ALFIATUN}, title ={ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN DENSE GRADED EMULSION MIX (DGEM) MENGGUNAKAN FILLER CAMPURAN LIMBAH ABU SEKAM PADI DAN KAPUR PADAM}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/2550/}, abstract={Abu sekam padi yang dihasilkan dari sisa pembakaran batu bata yang masih memiliki nilai manfaat yang rendah, dari hal ini dilakukan eksperimen pencampuran antara limbah abu sekam padai dan kapur padam sebagai penggantipengisi filler pada campuran aspal emulsi tipe CRS-1. Penggunaan campuran dingin dengan aspal emulsi tidak menimbulkan polusi serta ramah lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis karakteristik campuran Dense Graded Emulsion Mix (DGEM) menggunakan filler campuran limbah abu sekam padi dan kapur padam. pada penelitian ini dilakukan eksperimen pencampuran Filler antara limbah abu sekam padi dan kapur padam. Komposisi penggunaan filler campuran limbah abu sekam padi dan kapur padam sebesar 60 % abu sekam padi dan 40 % kapur padan, 70 % abu sekam padi dan 30 % kapur padam, dan 80 % abu sekam padi dan 20 % kapur padam, dengan masa curing selama 3, 7 dan 11 hari dengan metode curing dilakukan di dalam suhu ruangan dan perendaman. Dari penelitian yang telah dilakukan komposisis persentase yang menunjukan karkateristik campuran Dense Graded Emulsi Mix (DGEM) menggunakan filler campuran limbah abu sekam padi dan kapur padam terbaik disesuaikan dengan persentase perbandingan yaitu pengujian stabilitas tertinggi dengan batas spesifikasi minimal 300 kg dari komposisi filler campuran (60 % ABS + 40 % KP) dengan masa curing 11 hari, pengujian void in mix tertinggi pada batas spesifikasi 5-10 % dari komposisi filler campuran (80 % ABS + 20 % Kp) dengan masa curing 7 hari, pengujian komposisi filler campuran limbah abu sekam padi dan kapur padam nilai optimum penyerapan air syarat spesifikasi < 4 % penyerapan air syarat spesifikasi optimum 4% dari komposisi filler campuran (70 % ABS + 30 % KP) denan mas curing 7 hari. Kata Kunci: Aspal Emulsi, Limbah, DGEM, Stabilitas} }