@thesis{thesis, author={LARASATI ANDINI}, title ={CITRA PEREMPUAN DALAM BUKU KALARAHU, KUMPULAN CERITA RAKYAT JAWA TERBITAN PUSAT PENDIDIKAN NASIONAL: KAJIAN FEMINISME}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/2905/}, abstract={Adanya tatanan sosial yang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk inferior, kelas dua, dan berada di bawah laki-laki. Perempuan tidak bisa bebas mengekspresikan keinginan dan memilih jalan hidupnya sendiri, harus patuh kepada laki-laki. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip hak asasi individu untuk dapat menyuarakan pendapatnya yang menjadi landasan gerakan feminism liberal. Menjadi alasan dilakukannya penelitian Citra Perempuan dalam Buku Kalarahu, Kumpulan Cerita Rakyat Jawa Terbitan Pusat Pendidikan Nasional: Kajian Feminisme. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah citra perempuan yang ada dalam buku Kalarahu, Kumpulan Cerita Rakyat Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam buku Kalarahu, Kumpulan Cerita Rakyat Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kulaitatif. Jenis penelitian deskriptif kualitatif karena menyajikan data dalam bentuk deskripsi (kata dan kalimat) berupa citra perempuan dalam buku tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan simak catat. Teknik tersebut digunakan untuk mengumpulkan data dari buku Kalatahu, Kumpulan Cerita Rakyat Jawa, lalu data yang didapat dimasukkan dalam instrument penelitian berupa tabel data. Hasil dari penelitian ini adalah citra perempuan yang digambarkan dalam buku adalah citra diri perempuan dan citra sosial perempuan. Citra diri perempuan ditunjukkan dari aspek fisik dan psikis. Aspek fisik perempuan dicitrakan sebagai perempuan dewasa yang berparas cantik, yang telah mengalami perubahan tubuh karena proses mengandung, melahirkan, dan menyusui. Aspek psikis dicitrakan dalam bentuk perempuan adalah makhluk psikologis yang mampu berpikir, berperasaa, serta dapat beraspirasi. Dari aspek fisik dan psikis perempuan dalam cerita sudah menunjukkan adanya liberalisme tentang penyuaraan hak dan kebebasannya memilih sesuai keinginan sendiri. Bukan atas dasar paksaan orang lain. Citra sosial perempuan dibagi menjadi citra dalam keluarga dan dalam masyarakat. Citra perempuan dalam keluarga ditunjukkan dengan perannya sebagai salah satu anggota keluarga, baik anak, ibu, dan peran lain. Citra perempuan dalam masyarakat digambarkan sebagai perempuan dewasa yang memiliki pengaruh dan potensi dalam masyarakat, tetapi tidak lupa akan perannya sebagai makhluk sosial yang memutuhkan manusia lain di kehidupannya. Dalam perannya sebagai makhluk sosial, perempuan dalam cerita rakyat Jawa mampu melakukan kehendak otonomnya secara artikulatif untuk melakukan perubahan di masyarakat. Kata kunci: cerita rakyat, citra diri, citra perempuan, citra sosial, feminisme liberal} }