@thesis{thesis, author={Andriyanto Andriyanto}, title ={RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI TANAMAN TEH SEBAGAI PERLAKUAN AWAL PROSES PEMBUATAN SAPONIN}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/2916/}, abstract={Teh merupakan tanaman masyarakat yang banyak tumbuh di daerah pegunungan dan biasa diolah menjadi minuman yang sangat digemari masyarakat dunia. Inti biji teh Indonesia biasanya merupakan varietas Assamica dengan kandungan minyak 20-26 %, saponin 26%, dan protein 11%. Biji teh mengandung saponin dengan kandungan terbesar dibandingkan sumber lainnya, bahkan bila dibandingkan dengan sapindus rarak (lerak) sekalipun. Pada hasil penelitian ini nilai persentasi terendah biji utuh pada perlakuan A1B1 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1cm) 4,15%, biji pecah A1B3 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,8cm) 6,5%, kulit biji A1B3 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,8cm) 23,4% dan biji lolos perlakuan A1B1 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1cm), A1B2 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,4cm), A2B1 (keceapatan 70rpm dan jarak roll 1cm), A2B2 (keceapatan 70rpm dan jarak roll 1,4cm), A3B1 (keceapatan 100rpm dan jarak roll 1cm), A3B2 (keceapatan 100rpm dan jarak roll 1,4cm) 0%. Nilai persentase tertinggi biji utuh pada perlakuan A2B3 (keceapatan 70rpm dan jarak roll 1,8cm) 26,75%, biji pecah A3B1 (keceapatan 100rpm dan jarak roll 1cm) 49,95%, biji lolos A1B3 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,8cm) 57,5% dan kulit biji A1B2 (keceapatan 50rpm dan jarak roll 1,4cm) 68,55%. Kata kunci : Biji Teh, Saponin, Motor bensin} }