@thesis{thesis, author={AMALIA FAJRIN NIDA}, title ={ANALISIS PELAKSANAAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN DARING DI SD NEGERI TAMANSARI 03 KECAMATAN TLOGOWUNGU}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/2980/}, abstract={FAJRIN NIDA AMALIA. NPM 17120083. ?Analisis Pelaksanaan Karakter Disiplin Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran Daring di SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Tlogowungu?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. 2022. Pembimbing I Ari Widyaningrum, S.Pd., M.Pd. dan Pembimbing II Qoriati Mushafanah, S.Pd., M.Pd. Konteks penelitian ini berdasarkan kurang diterapkannya pelaksanaan disiplin siswa dalam pembelajaran daring. Pelaksanaan disiplin siswa sangat penting, karena peran guru dalam melaksanakan disiplin siswa sangat diperlukan terutama dalam pembelajaran daring yang mengharuskan anak belajar dari rumah. Belajar dari rumah secara daring mengembalikkan fungsi orangtua sebagai pondasi utama penanaman karakter siswa. Karakter disiplin inilah yang akan mempengaruhi siswa dalam pembelajaran daring. Fokus penelitian yang mendorong penelitian ini yaitu ?Bagaimana pelaksanaan karakter disiplin siswa kelas IV dalam pembelajaran daring di SD Negeri Tamansari 03 Kecematan Tlogowungu ??. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan karakter disiplin siswa kelas IV dalam pembelajaran daring di SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Tlogowungu. Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas IV SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Tlogowungu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dengan cara triangulasi sumber. Tahapan penelitian menggunakan tahapan pra?lapangan, pekerjaan lapangan, dan analisis data. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, maka ditemukan bahwa terdapat pelaksanaan disiplin siswa yang diterapkan di kelas IV. Dari sepuluh siswa kelas IV, enam diantaranya menerapkan disiplin permisif, empat diantaranya menerapkan disiplin demokratis, dan siswa kelas IV tidak ada yang menerapkan disiplin otoriter. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa disiplin permisif lebih banyak diterapkan siswa, disiplin ini memiliki karakteristik: pendekatan yang digunakan mengedepankan kemauan anak, orangtua cenderung acuh terhadap anak, dan anak memiliki kebebasan penuh. Disiplin demokratis memiliki karakteristik: pendekatan yang digunakan kooperatif, terbuka dan akrab, adanya kebebasan dan tanggung jawab sehingga beberapa siswa melaksanakan disiplin ini. Sedangkan untuk disiplin otoriter tidak diterapkan oleh siswa, disiplin ini memiliki karakteristik: pendekatan yang digunakan mengandung unsur paksaan dan hukuman, anak cenderung dikuasai oleh orangtua, dan anak tidak memiliki kebebasan. Peran orangtua dalam disiplin siswa berpengaruh dalam pembelajaran daring. Siswa dengan disiplin demokratis dan displin permisif berjalan dengan baik walaupun dengan disiplin yang berbeda-beda, ada yang menggunakan sedikit aturan dan ada juga yang membebaskan namun masih dalam pantauan} }