@thesis{thesis, author={NISA ERIKA WAHIDATUN}, title ={ANALISIS WACANA FEMINISME PADA PEMBERITAAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL DI INDONESIA PADA MEDIA MASSA ONLINE TAHUN 2021}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/3038/}, abstract={Penelitian ini dilatarbelakangi pemberitaan pelecehan seksual di Indonesia tahun 2021 yang banyak ditemukan diberbagai media massa online. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah wacana feminisme pada pemberitaan kasus pelecehan seksual di Indonesia pada media massa online tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wacana feminisme pada pemberitaan kasus pelecehan seksual di Indonesia pada media massa online tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kata atau kalimat yang ada dalam media massa online Detik.com, Kompas.com, dan Tribunnews.com pada tahun 2021. Sumber data dalam penelitian ini adalah media massa online tahun 2021. Data dalam penelitian ini adalah wacana feminisme dalam pemberitaan pelecehan seksual di Indonesia tahun 2021. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini yaitu berupa penyajian secara informal dengan menggunakan kalimat-kalimat yang runtut, jelas, dan mudah dipahami. Hasil penelitian berdasarkan ketiga media massa online Detik.com, Kompas.com dan Tribunnews.com yaitu ditemukan 21 data yang termasuk dalam posisi subjek-objek berdasarkan teori wacana feminisme Sara Mills. Dalam posisi subjek sendiri dibagi menjadi tiga kriteria yaitu subjek mampu mendefinisikan diri sendiri, menceritakan peristiwa dan menceritakan tokoh lain. Selain itu penelitian ini juga menemukan 8 data yang termasuk dalam posisi pembaca melalui penyapaan penempatan pembaca berdasarkan teori Sara Mills. Kata kunci : Berita, Feminisme, Pelecehan Seksual, Sara Mills} }