@thesis{thesis, author={Mu’afi Haidar}, title ={IMPLEMENTASI STRATEGI BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES DI MASA NEW NORMAL DI MA AL WAKHIDIYAH KARANGAWEN DEMAK}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/3077/}, abstract={HAIDAR MU?AFI ?IMPLEMENTASI STRATEGI BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES DI MASA NEW NORMAL DI MA ALWAKHIDIYAH KARANGAWEN DEMAK?. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Implementasi Strategi Blended Learning Pada Mata Pelajaran Penjasorkes di Masa New Normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Strategi Blended Learning pada Mata Pelajaran Penjasorkes di Masa New Normal di MA Al Wakhidiyah Karangawen Demak. Penelitian ini dilaksanakan di MA Al Wakhidiyah Karangawen Demak pada Januari 2022. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Data penelitian ini berupa deskripsi implementasi strategi pembelajaran blended learning yang diperoleh melalui wawancara dan observasi sebagai data utama dan dokumentasi sebagai bukti pendukung. Dengan subjek penelitian yaitu Waka Kurikulum, guru PJOK dan perwakilan siswa-siswi. Setelah pengumpulan data akan dilakukan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Strategi Blended Learning Pada Mata Pelajaran Penjasorkes di Masa New Normal di MA Al Wakhidiyah Karangawen Demak sudah terlaksana dimulai dari perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru seperti perangkat pembelajaran, penjadwalan antara tatap muka dan online dan bahan ajar untuk pembelajaran blended learning. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti sintaks pembelajaran blended learning yaitu seeking of information, acquisition of information dan shyntesizing of knowledge yang dilakukan baik dalam pembelajaran online maupun tatap muka. Penilaian pembelajaran blended learning mencakup penilaian sikap pengetahuan dan keterampilan yang diamati dalam pembelajaran online dan tatap muka dengan cara tertentu. Hambatan dalam menerapkan model blended learning adalah masalah akses internet yang tiba-tiba mengalami gangguan saat pembelajaran online. Sedangkan saat pembelajaran tatap muka terkadang masih ada siswa yang belum menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan mencuci tangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi strategi blended learning pada mata pelajaran penjasorkes di masa new normal dapat dilihat melalui kegiatan perencanaan dimana guru telah mempersiapkan perangkat pembelajaran, jadwal, dan bahan ajar. Penerapannya mengikuti sintaks pembelajaran blended learning. Penilaian dilakukan secara tatap muka dan online. Kunci: blended learning, tatap muka dan online} }