@thesis{thesis, author={TAUFIKURROHMAN ARIF}, title ={ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KASUS HABIB RIZIEQ SHIHAB SEBAGAI TERSANGKA KERUMUNAN DI MEGAMENDUNG PADA MEDIA MASSA KOMPAS.COM: PENDEKATAN NORMAN FAIRCLOUGH}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/3089/}, abstract={Peneitian ini dilatarbelakangi Habib Rizieq yang berceramah di pesantren Alam Algokultural Markaz Syariah di Megamendung sehingga menyebabkan kerumunan massa dan melanggar peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tindakan tersebut mencuat ke berbagai media massa sampai luar negeri. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pemberitaan kasus Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kerumunan di Megamendung pada media massa Kompas.com berdasarkan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data berupa artikel berita yang terdapat pada situs berita. Adapun data didapat dengan cara dokumentasi dari sumber situs berita, yang diambil secara purposive dengan mempertimbangkan jumlah kunjungan berita dan media massa online terbanyak di Indonesia adalah Kompas.com, berdasarkan similiarweb.com. Dari 45 berita kerumunan kemudian mereduksi data dan terdapat 14 berita yang memenuhi kriteria. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (Teknik BUL). Metode dan teknik penyediaan data menggunakan metode penyajian informal. Dari analisis ditemukan pertama, dimensi tekstual banyak menggunakan verba untuk menonjolkan kalimat dalam mendukung judul berita. Pemberitaan dari media cenderung mengarah pada penegakan hukum. Kedua, hasil analisis dimensi praktik sosial Kompas.com merupakan harian umum yang dapat mempengaruhi opini masyarakat Indonesia dengan cukupan luas. Ketiga, hasil analisis dimensi sosial budaya Habib Rizieq mendapat keringanan tanpa penjara dan opini pembaca digiring untuk memberikan pencitraan negatif. Pada teks berita ada suatu maksud agar para pembaca ikut ke dalam ideologi penulis berita. Maka sudah sepantasnya dalam membaca berita harus bersifat kritis untuk menyikapi suatu pemberitaan. Kata kunci: Analisis wacana kritis, kerumunan, Habib Rizieq, Megamendung} }