@thesis{thesis, author={Faradisa Aulia Putri}, title ={ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH}, year={2022}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/3146/}, abstract={Trigonometri merupakan salah satu materi yang sesuai dengan aspek kemampuan berpikir kritis dimana siswa dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan pemahaman dan konsep berpikir kritis. Sehingga kemampuan berpikir kritis siswa menjadi satu hal penting dalam memecahkan soal trigonometri. Sedangkan, kemampuan berpikir kritis dapat diasah dengan menyelesaikan soal dengan tipe HOTS dengan memperhatikan langkah- langkah penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal tipe Higher Order Thingking Skills (HOTS) trigonometri untuk siswa dengan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kandangserang yang terdiri dari 3 siswa, 1 siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi, 1 siswa dengan kemampuan pemecahan masalah sedang, dan 1 siswa dengan kemampuan pemecahan masalah rendah. Pemilihan subjek berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah pada materi trigonometri. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi dapat memenuhi keenam indikator kemampuan berpikir kritis diantaranya; interpretation, analysis, inference, evaluation, explanation dan self-regulation. Siwa dengan kemampuan pemecahan masalah sedang dapat memenuhi lima indikator interpretation, analysis, inference, evaluation, dan explanation. Sedangkan, siswa dengan kemampuan pemecahan masalah rendah memenuhi tiga indikator berpikir kritis yaitu interpretation, analysis dan self-regulation. Kata kunci: berpikir kritis, trigonometri, HOTS, pemecahan masa} }