@thesis{thesis, author={SAPUTRI RETNO MELLANi}, title ={PENGEMBANGAN MODUL AJAR IPAS BERBASIS PENDEKATAN STEM PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MEWUJUDKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS V SD NEGERI MRANGGEN 2}, year={2024}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/3866/}, abstract={RETNO MELLANI SAPUTRI. NPM 20120066 ?Pengembangan Modul Ajar IPAS Berbasis Pendekatan STEM pada Materi Ekosistem untuk Mewujudkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V SD Negeri Mranggen 2?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. 2024. Latar belakang penelitian ini adalah belum berupaya menerapkan pendekatan STEM dan pembelajaran belum mencangkup keterampilan proses sains pada SDN Mranggen 2. Hal tersebut dikarenakan guru baru mulai memahami pembelajaran berbasis pendekatan STEM dan menerapkan keterampilan proses sains pada kegiatan pembelajaran IPAS sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis karakteristik modul ajar IPAS berbasis STEM untuk mewujudkan keterampilan proses sains siswa fase C kelas V SD Negeri Mranggen 2. 2) Menganalisis pengembangan modul ajar IPAS berbasis STEM pada materi ekosistem untuk mewujudkan keterampilan proses sains dapat memenuhi kriteria valid. 3) Menganalisis modul ajar IPAS berbasis STEM pada materi ekosistem untuk mewujudkan keterampilan proses sains yang dikembangkan dapat memenuhi kriteria praktis. 4) Menganalisis modul ajar IPAS berbasis STEM yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif untuk mewujudkan keterampilan proses sains siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (RnD). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Design dengan bentuk One Group Pretest- Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VD SDN Mranggen 2. Sampel yang diambil adalah siswa dari kelas VD yang berjumlah 24 orang dengan menggunakan teknik Non Probabiliy Sampling yang merupakan jenis sampling jenuh. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Dari hasil penelitian pengembangan yang dilakukan peneliti menunjukkan modul ajar IPAS berbasis STEM dinyatakan valid dengan kriteria tinggi berdasarkan Indeks Aiken dengan rata-rata perolehan nilai sebesar 0,93 untuk validasi komponen modul ajar, untuk validasi materi 0, 96 untuk validasi bahasa 0,96 untuk validasi media AR 0,96 dan untuk validasi media konkret 0,96. Selain itu terdapat penilaian praktik mengajar yang dilakukan oleh guru kelas dengan penilaian nilai sebesar 96% yang berarti penerapan modul ajar IPAS ?sangat baik?. Observasi keterampilan proses sains siswa kelas VD bahwa modul ajar IPAS terhadap hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 19,38% dari beberapa soal yang telah diberikan dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa kelas VD diketahui nilai rata-ratanya yaitu 49,79 untuk nilai pretest dan 69,17 untuk nilai posttest dengan nilai terendah untuk pretest 20 tertinggi 80 dan untuk nilai posttest nilai terendah 35 dan nilai tertinggi 90. Data di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa lebih besar dibanding nilai rata-rata pretest, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul ajar IPAS berbasis STEM efektif dalam mewujudkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya modul ajar IPAS berbasis pendekatan STEM pada materi ekosistem dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam proses pembelajaran dan dapat membantu mewujudkan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci: Modul Ajar, IPAS berbasis STEM, Ekosistem, Keterampilan Proses Sains.} }