@thesis{thesis, author={MUKAROMAH EMI}, title ={UPAYA MENGURANGI KEJENUHAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE PROYEK DI TKIT AN NAJIYAH TARUBAN KENTENG NOGOSARI BOYOLALI}, year={2024}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/4292/}, abstract={EMI MUKAROMAH. NPM 21156110. ?Upaya Mengurangi Kejenuhan Anak Usia Dini Melalui Metode Proyek Di TKIT An Najiyah Taruban Kenteng Boyolali TahunAjaran 2022/2023. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. Dr. Muniroh, S.Pi.,M.Pd. Dwi Prasetiyawati,D.H.,S.Pd,. M.Pd. 2024. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah banyak anak yang tampak mengalami kejenuhan dalam kegiatan belajar di kelas dengan indikasi sebagai berikut: Anak merasa bosan dan lelah berlebihan, Anak tidak semangat melakukan aktifitas, Penuhnya informasi yang diberikan sehingga tidak bisa diproses dengan baik, Menentang atau tidak peduli dengan guru, Malas dengan tugas yang di berikan oleh guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas terhadap upaya mengurangi kejenuhan anak usia dini melalui metode proyek. Penelitian ini dilakukan di kelas B1 TKIT An Najiyah Nogosari, yang siswanya berjumlah 16 anak. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam observasi penelitian ini yaitu menggunakan tehnik observasi ,tehnik wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, display data dan terakhir penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Nilai keberhasilan pada kondisi awal pra siklus ada delapan anak (50%) dengan kategori BB (belum berkembang), empat anak (25%) dengan kategori MB (mulai berkembang), dua anak (12,5%) dengan kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan dua anak (12,5%) dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Dan pada siklus I ada satu anak (12,5%) dengan kategori BB (belum berkembang), tiga anak (18,75%) dengan kategori MB (mulai berkembang), lima anak (31,25%) dengan kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan tujuh anak (43,75%) dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Adapun data perolehan siklus 2 ada nol anak (0%) dengan kategori BB (belum berkembang), satu anak (6,25%) dengan kategori MB (mulai berkembang), dua anak (12,5%) dengan kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan 13 anak (81,25%) dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Target ketercapaian nilai keberhasilan pada penelitian ini yaitu sebesar 76% dan pada pelaksanaannya sudah mampu melebihi target tersebut yaitu pada siklus II yang mencapai nilai 80% lebih. Kesimpulannya bahwa model pembelajaran proyek dapat mengurangi kejenuhan belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah model pembelajaran proyek dapat digunakan sebagai salah satu alternative bagi guru dalam menyusun pembelajaran untuk mengurangi kejenuhan belajar pada siswa.} }