@thesis{thesis, author={MELINDA SALWA}, title ={ANALISIS POJOK BACA DALAM PENGEMBANGAN MINAT BACA ANAK PADA MASA TRANSISI (KELAS I) SDN 01 NGAWENSARI}, year={2024}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/5160/}, abstract={Salwa Melinda. ?Analisis Pojok Baca Dalam Pengembangan Minat Baca Anak Pada Masa Transisi (Kelas I) SDN 01 Ngawensari?, Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikann, Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I Ikha Listyarini S.Pd., M.Hum dan Dosen Pembimbing II Mei Fita Asri Untari S.Pd., M. Pd. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah masih rendahnya minat membaca dikalangan siswa SD. Minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Dalam hal ini masih banyak siswa yang kurang berminat membaca dan lebih tertarik dengan aktivitas lain seperti membaca dan bermain gadget. Masa transisi ini adalah periode krusial dimana anak-anak mulai mengembangakan kebiasaan belajar yang baik termasuk membaca. Dengan adanya pojok baca ini dirancang untuk dapat membantu meningkatkan minat membaca siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan pojok baca dalam pengembangan minat baca siswa di kelas I pada SDN 01 Ngawensari ?. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan pojok baca dalam pengembangan minat baca siswa di kelas I pada SDN 01 Ngawensari. Penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian inibertujuan menggambarkan peristiwa atau fenomena dengan data-data yang berbentuk informasi deskripsi dari SDN 01 Ngawensari. Teknik analisis data penelitian kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pojok baca dalam pengembangan minat baca siswa kelas I SDN 01 Ngawensari merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat baca anak pada masa transisi. Dengan desain pojok baca yang menarik, pemilihan buku bacaaan yang sesuai minat dan perkembangan usia anak, kegiatan yang mendukung literasi seperti kegiatan GLS 15 menit setiap pagi, peran aktif guru dalam pelaksanaan GLS dan memotivasi siswa, serta evaluasi yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, pojok baca dapat menjadi alat yang efektif untuk pengembangan minat baca dan kemampuan membaca siswa. Melalui pojok baca ini, diharapkan budaya membaca dapat ditanamkan sejak dini dan terus berkembang sepanjang perjalanan pendidikan. Saran yang dapat penulis sampaikan adalahguru perlu lebih mengembangkan pojok baca, karena dengan penggunaan pojok baca di kelas dapat membantu mengembangkan minat baca siswa. Dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) juga dapat membantu mensosialisasikan budaya baca di kalangan siswa. Kata Kunci: Membaca, Pojok Baca, Minat, Siswa} }