@thesis{thesis, author={SADAD ROSYID AKMAL}, title ={ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA SEKOLAH DI DAERAH BINAAN 3 KECAMATAN GRINGSING KABUPATEN BATANG}, year={2024}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/5275/}, abstract={ROSYID AKMAL SADAD. NPM 19120419. ?Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Sekolah di Daerah Binaan 3 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. 2024. Latar belakang penelitian ini adalah miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka. Pertama tentang persepsi guru harus membuat Capaian Pembelajaran (CP), sebenarnya CP sudah disediakan pemerintah, kedua tentang Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) yang diseragamkan. Ketiga, guru memperlakukan semua peserta didik dengan cara yang sama tanpa memperhatikan kemampuan awal yang berbeda-beda. Fokus penelitian adalah Bagaimanakah Implementasi Kurikulum Merdeka pada sekolah di daerah binaan 3 Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kurikulum Merdeka. Manfaat penelitian adalah memberikan pemahaman tentang Implementasi Kurikulum Merdeka beserta dampaknya. Metode penelitian yang dipilih adalah Kualitatif. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian pada SDN Yosorejo dan SDN Krengseng 02. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan IV. Data dalam penelitian diperoleh melalui angket, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, uji debendability, uji konfirmability, uji transferability. Metode analisis data menggunakan analisis sebelum, selama dan setelah selesai di lapangan. Tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir. Hasil angket diperkuat wawancara dan dokumentasi digunakan untuk mengetahui IKM pada indikator perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan asessmen. Hasil analisis angket dalam hal Perencanaan Pembelajaran yang ditinjau dari CP, 100% guru sudah memiliki CP yang didownload dari peraturan pemerintah, 100% guru sudah menurunkan CP menjadi TP untuk setiap fase, 100% guru sudah menyusun ATP berdasarkan TP, 62,5% guru sudah mengembangkan modul ajar berdasarkan ATP. Dengan demikian 90% guru sudah membuat perencanaan pembelajaran dengan sangat baik. Pada Proses Pembelajaran 100% guru sudah menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi, holistik dan integratif, kontekstual, P5, keterampilan abad-21 dan berbasis teknologi. Pada Asessmen pembelajaran, 50% guru sudah menyusun asessmen pembelajaran dengan cukup baik, sedangkan 50% guru sisanya belum mendokumentasikan asessmen lingkup materi. Kata Kunci: Analisis, Implementasi, Kurikulum Merdeka Belajar.} }