@thesis{thesis, author={ASTIANA YUNIA}, title ={ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PECAHAN PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI KARANGTEMPEL SEMARANG}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/5740/}, abstract={YUNIA ASTIANA. NPM 16120412. ?Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pecahan pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang.2020. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal pemecahan masalah dalam bentuk soal cerita yaitu ketidakmampuan mereka dalam menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita pecahan pada peserta didik kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang, 2) Bagaimana cara meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita pecahan pada peserta didik kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita pecahan pada peserta didik kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang, 2) Mengetahui cara meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita pecahan pada peserta didik kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang. Pendekatan yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian deskritif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan subjek pada penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Wawancara dilakukan dengan subjek penelitian dan guru kelas V SD Negeri Karangtempel Semarang. Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri Karangtempel Semarang, kemampuan pemecahan masalah peserta didik berkemampuan rendah hanya dapat melalui langkah memahami masalah dan menyusun rencana penyelesaian. Peserta didik berkemampuan sedang dapat melalui langkah memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, dan melaksanakan rencana penyelesaian. Peserta didik berkemampuan tinggi mampu melalui semua langkah- langkah pemecahan masalah Polya. Akan tetapi dalam mengecek kembali jawaban yang diperoleh masih kuang diperhatikan. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan kepada guru yaitu lebih banyak memberikan pemecahan masalah yang berbentuk soal cerita. Saran bagi peserta didik adalah lebih rajin untuk berlatih menyeles} }