@thesis{thesis, author={ITSNA AZIZATUL}, title ={IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEAM SEBAGAI STIMULASI KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS PADA TEMA TANAMAN UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK IT PERMATA HATI SEMARANG}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/5848/}, abstract={AZIZATUL ITSNA. NPM 17150015. ? Implementasi Pembelajaran STEAM Sebagai Stimulasi Keterampilan Berfikir Kritis Anak Pada Tema Tanaman Untuk Anak Usia 5-6 Tahun Di TK IT Permata Hati Semarang ?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Muniroh Munawar S.Pi., M.Pd. Pembimbing II Dwi Prasetiawati S.Pd., M.Pd. 2021. Keterampilan merupakan sesuatu hal yang penting untuk dimiliki oleh peserta didik di era modern ini. Salah satu keterampilan yang dapat di tumbuhkan ialah keterampilan berfikir kritis. Keterampilan berfikir kritis memiliki peran penting bagi peserta didik untuk berkembang di era modern. Pembelajaran merupakan wadah yang tepat dalam membantu guru menumbuhkan keterampilan berfikir kritis pada peserta didik. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan yaitu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STEAM atau dapat disebut pembelajaran berbasis STEAM. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kerampilan berfikir kritis anak usia dini di bidang sains, matematika, dan kreativitas. Hal ini disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga kurang memberikan pengalaman lebih pada peserta didik Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi pembelajaran STEAM sebagai STEAM pada tema tanaman sebagai stimulasi keterampilan berfikir kritis anak usia 5-6 tahun di TK IT Permata Hati Semarang. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sampel penelitian yaitu siswa kelompok B di TK IT Permata Hati Semarang yang berjumlah 15 anak. Data di dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan pembelajaran STEAM ini membantu guru dalam menumbuhkan keterampilan berfikir kritis peserta didik. Ditunjukkan dengan peserta didik dapat melakasanakan setiap komponen STEAM dalam satu waktu dan anak dapat mampu menunjukkan aspek analisis, sintesis, mengenal dan memecahkan masalah, menyimpulkan, dan evaluasi dalam berkegiatan. Dimana aspek-aspek tersebut merupakan indikator keterampilan berfikir kritis. Sehingga ketika aspek tersebut berkembang akan melatih siswa untuk berfikir lebih dan kritis dalam melaksanakan pembelajaran. Serta melatih siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri dan keterampilan problem solving selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah pembelajaran STEAM dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis anak usia dini. Kata Kunci : Anak Usia Dini, Keterampilan berfikir Kritis, STEAM.} }