@thesis{thesis, author={ULYA HIMMATUL}, title ={ANALISIS PERANAN ORANG TUA DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 GUBUG}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/5886/}, abstract={HIMMATUL ULYA. NPM 17120169. ?Analisis Perananan Orang Tua dalam Pendampingan Belajar dari Rumah (BDR) pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Gubug?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I: Eka Sari Setianingsih, S,Pd., M.Pd. dan Dosen Pembimbing II: Mila Karmila, S.Pd., M.Pd. 2021. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah menyebarnya Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada sektor pendidikan sehingga mendasari pemerintah melakukan perubahan sistem pembelajaran tatap muka atau Belajar di Sekolah (BDS) kini menjadi pembelajaran daring atau Belajar dari Rumah (BDR). Sehingga menuntut peran utama orang tua untuk mendambingi dan membimbing anaknya belajar agar potensinya berkembang seoptimal mungkin. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah bentuk perananan orang tua dalam pendampingan Belajar dari Rumah (BDR) pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Gubug? 2) Bagaimanakah kendala yang dihadapi orang tua dalam melakukan pendampingan Belajar dari Rumah (BDR) pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Gubug? 3) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas IV selama Belajar dari Rumah (BDR)? Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Gubug pada tahun ajaran 2020/2021 dan di tempat tinggal siswa. Subjek utama penelitian ini adalah orang tua dari siswa kelas IV, kemudian siswa kelas IV, dan guru kelas IV SD Negeri 1 Gubug. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua siswa kelas IV SD Negeri 1 Gubug telah menjalankan perannya dalam mendampingi anak Belajar dari Rumah (BDR). Bentuk peranan orang tua dalam pendampingan belajar yakni: sebagai pembimbing belajar, fasilitator, motivator, dan menciptakan kekondusifan belajar. Dimana kategori pendampingannya adalah Sangat Baik dan persentase ?81%. Kemudian kendala yang dialami orang tua selama pendampinngan menunjukkan kategori Rendah dengan persentase ?60% disebabkan oleh: latar belakang pendidikan, keterbatasan ekonomi, manajemen waktu, keterbatasan pemahaman materi, kesibukan pekerjaan, dan ketidakkondusifan belajar karena banyaknya anggota keluarga di rumah. Sehingga pelaksanaan pendampingan dan kendala tersebut berdampak pada hasil belajar daring yang didapatkan nilai siswa diatas KKM ?71. Sebanyak 55,6% siswa mendapatkan rata-rata nilai 81-90 jadi dapat dikategorikan hasil belajarnya Baik. Saran yang dapat disampaikan adalah orang tua harus memaksimalkan pendampingan dan meminimalisir kendala yang muncul agar hasil belajar daring anak menjadi baik.} }